Klarifikasi Lengkap Aisar Khaled usai Dipolisikan Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU
JAKARTA, iNews.id - Influencer Malaysia, Aisar Khaled, akhirnya buka suara setelah dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan sisa kewajiban mencapai Rp5,7 miliar.
Aisar Khaled menyampaikan pernyataannya melalui unggahan di media sosial. Namun, dia tidak secara spesifik menjelaskan duduk perkara maupun menjawab tudingan dugaan penipuan dan TPPU yang dilaporkan agensi asal Indonesia.
Alih-alih membahas perkara tersebut secara detail, Aisar menyinggung perjalanan hidupnya sebagai anak rantau dari Malaysia yang berusaha membangun kehidupan dan karier di Indonesia.
"Perjalanan seorang anak rantau dari Malaysia ke Indonesia," tulis Aisar mengawali pernyataannya, dikutip Jumat (18/9/2026).
Dia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya menyadari ada orang-orang yang tidak menyukainya, bahkan berharap dirinya mengalami kegagalan.
"Banyak orang ingin melihat aku jatuh. Mereka menunggu saat aku lemah, berharap aku gagal, bahkan mungkin merasa bahagia ketika melihat aku terluka," tulisnya.
Aisar juga menyinggung orang-orang yang menurutnya datang sebagai teman, tetapi justru menjatuhkannya dari belakang.
"Ada yang datang membawa senyum, tetapi di belakangku mereka menjatuhkan," lanjut Aisar.
"Ada yang mengaku teman, tetapi diam-diam menjadi orang yang paling ingin melihatku hancur."
Di tengah persoalan yang kini dihadapinya, Aisar menegaskan dirinya tidak ingin menyerah. Menurutnya, berbagai masalah yang datang tidak lantas membuatnya berhenti berjuang.
"Terluka bukan berarti kalah. Aku mungkin bisa dipatahkan, tetapi aku akan selalu mencari cara untuk bangkit kembali," tulisnya.
Aisar juga mengatakan dirinya tidak ingin menghabiskan energi untuk membalas orang-orang yang menurutnya pernah menyakitinya.
"Ketika suatu hari aku berhasil berdiri lebih kuat dari sebelumnya, aku tidak akan sibuk membalas siapa pun," katanya.
Dia kemudian menyampaikan pesan tegas kepada orang-orang yang berharap dirinya terpuruk.
"Kalian boleh berharap aku jatuh, tetapi jangan pernah berharap aku menyerah."
Dalam unggahannya, Aisar juga mengakui dirinya menyadari ada banyak orang yang tidak menyukainya.
Namun, dia meyakini kehadirannya masih mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia.
"Ribuan orang membenciku tetapi aku percaya jutaan manusia di Indonesia senang dengan kehadiran diriku," tulisnya.
Aisar kemudian kembali menyinggung statusnya sebagai warga Malaysia yang datang ke Indonesia.
"Aku cuman seorang anak dari negara Malaysia ingin berkongsi kebahagiaan di Indonesia," katanya.
Di akhir pernyataannya, Aisar menegaskan tekad untuk tetap kuat menghadapi persoalan yang sedang dihadapinya.
"Bismillah aku kuat," tulis Aisar.
Sebelumnya, Aisar Khaled dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sebuah agensi asal Indonesia. Kuasa hukum pelapor menyebut Aisar dilaporkan terkait dugaan penipuan dan TPPU berdasarkan Pasal 492, Pasal 486, serta Pasal 607 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Pihak pelapor menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan perjanjian kerja sama dan adanya sisa kewajiban sekitar Rp5,7 miliar. Mereka juga mengaku telah melayangkan tiga kali somasi, tetapi tidak mendapatkan respons.
Sementara itu, dalam pernyataan terbarunya, Aisar belum memaparkan secara rinci versinya mengenai tudingan tersebut. Unggahannya lebih banyak berisi pesan tentang perjuangan, tekanan yang dihadapi, serta dukungan yang dia rasakan selama berada di Indonesia.
Editor: Muhammad Sukardi