Mengenang Jojon Pelawak Legendaris Indonesia, Ciri Khas Kumis ala Charlie Chaplin dan Celana Ngatung
Ketika itu, dia iseng mencoret-coret bagian atas bibirnya, dan dia menemukan kelucuan di sana. “Pas coret-coret kumis, kok lucu ya?” ujarnya. “Aku coba ngelawak, eh lucu,” kata pria kelahiran Karawang, 5 Juni 1947 ini.
Di era 1980-an, Jojon juga mulai terjun ke dunia film. Mulai dari Tiga Dara Mencari Cinta (1980), Okey Boss (1981), Apa Ini Apa Itu (1981), dan Barang Antik (1983).
Kemudian di era 1990-an, satu per satu anggota Jayakarta Group hengkang, mulai dari Uuk lalu Suprapto. Di era itu pula, Jojon memutuskan untuk bersolo karier dengan ciri khasnya.
Lepas dari Jayakarta Group, karier Jojon sebagai pelawak tak pernah redup. Berkat keahliannya menciptakan gelak tawa, Jojon selalu dipakai di berbagai acara televisi hingga film.
Dia beberapa kali membintangi acara televisi dan film di era 2000-an, sebelum meninggal dunia pada 2014. Beberapa di antaranya yakni Kerajaan Sahur, Santai Bareng Yuk, Orang Kaya Baru, Opera Van Java, dan masih banyak lagi.
Jojon meninggal dunia pada 6 Maret 2014 di Rumah Sakit Ramsey Premier Jatinegara, Jakarta. Kabarnya, Jojon mengembuskan napas terakhirnya lantaran serangan jantung. Jenazah Jojon lalu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Pedes, Bogor.
Editor: Elvira Anna