Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alasan Menkes Larang Perempuan Berhubungan dengan Cowok Perokok
Advertisement . Scroll to see content

Pasangan Suka Merokok, Ini Bahaya Perempuan Jadi Perokok Pasif

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:05:00 WIB
Pasangan Suka Merokok, Ini Bahaya Perempuan Jadi Perokok Pasif
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahaya serius yang mengintai perempuan menjadi perokok pasif. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahaya serius yang mengintai perempuan menjadi perokok pasif. Ini menjadi alasan kuat di balik pernyataannya yang melarang perempuan menjalin hubungan dengan pria perokok karena dinilai berisiko tinggi terhadap kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan Budi melalui video yang diunggah di akun media sosial pribadinya pada Senin (12/1/2026). Dia menegaskan, dampak rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga orang-orang di sekitarnya yang terpapar asap rokok setiap hari.

“Buat para perempuan termasuk anakku sendiri. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar. Dia yang merokok tapi tubuhmu yang harus nanggung,” ujar Budi, Rabu (14/1/2026).

Menurut Budi, asap rokok memiliki sifat yang sangat mudah menempel di lingkungan sekitar. Zat berbahaya dari rokok dapat bertahan di udara, pakaian, rambut, hingga kulit orang lain, sehingga perempuan berisiko terpapar tanpa disadari dan menjadi perokok pasif. “Itu bisa masuk ke tubuhmu tanpa disadari dan bikin kamu jadi perokok pasif,” ucapnya.

Budi menekankan, risiko kesehatan pada perokok pasif tidak bisa dianggap sepele. Salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya risiko kanker serviks. Dia menyebut, perempuan yang sering terpapar asap rokok memiliki risiko kanker serviks hingga 40 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terpapar.

“Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, bikin aktivitas harian jadi susah, bahkan mendekatkanmu dengan kematian,” kata Budi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut