Petugas Akan Terus Pantau Ammar Zoni sebagai Tahanan Berisiko Tinggi
“Kayak yang pernah saya bilang turun step-nya menjadi maksimum sampai nanti jadi medium lagi kayak gitu. Kita sih berharap ya segera karena kan keberhasilan kita juga adalah pada saat si warga binaan itu terjadi perubahan perilaku,” ujarnya.
Menurut Rika, perubahan status risiko menjadi indikator penting keberhasilan pembinaan di dalam lapas. Sebaliknya, jika seorang narapidana terus berada di lapas high risk, hal itu menunjukkan belum adanya perubahan perilaku yang signifikan.
“Kalau dia terus-terusan di lapas high risk kan berarti tidak terjadi perubahan perilaku, tapi kalau adanya dia berpindah ke lapas dengan tingkat pengamanan dan pembinaan yang menurun kita juga happy, bahagia,” katanya.
Untuk menurunkan status risiko, Ditjenpas memiliki sejumlah standar penilaian, mulai dari aspek kepribadian, spiritual, hingga psikologis. Seluruh instrumen tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang dijalani warga binaan.
“Pasti ada instrumen-instrumen salah satunya juga meliputi pembinaan. Jadi walaupun dia kalau di Karang Anyar ada one-on-one-cell mereka ada pembinaan juga tapi memang pembinaan kepribadian,” ujar Rika.
Dia menambahkan, pola pembinaan di lapas high risk berbeda dengan lapas umum. Fokus pembinaan lebih diarahkan pada aspek spiritual, psikologis, serta perubahan pola pikir warga binaan.
“Kalau di lapas biasa kan pembinaan kepribadian kemandirian. Kalau dia mungkin lebih ke langsung berkaitan dengan spiritual, penyadaran hal-hal yang terkait dengan psikologis, hal-hal yang berkaitan dengan mindset-nya si warga binaan itu sendiri dan beberapa instrumen-instrumen lain,” katanya.
Editor: Dani M Dahwilani