Prilly Latuconsina Minta Maaf usai Open To Work Viral di Medsos
JAKARTA, iNews.id - Figur publik Prilly Latuconsina menyampaikan permintaan maaf usai gebrakannya melakukan 'Open To Work' di LinkedIn memicu amarah besar netizen di media sosial. Seperti apa pernyataan maafnya?
Viral di media sosial aksi Prilly Latuconsina mengaktifkan status 'Open To Work' di LinkedIn. Banyak netizen menduga, itu hanya bagian dari pembentukan image Prilly di media sosial.
Terlebih, perusahaan pertama yang dipilih Prilly adalah perusahaan pasta gigi sensitif yang memang sudah lama diajak bekerja sama. Menurut netizen, ini hanya bagian dari marketing semata.
Sadar menerima begitu banyak komentar negatif dari netizen, Prilly pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di Instagram. Video diunggah pada Selasa, 3 Februari 2026, dan kini telah disaksikan 5,9 juta netizen.
Mengejutkan! Prilly Latuconsina Dapat 32.744 Tawaran Kerja di LinkedIn, Ini Faktanya
So, seperti apa pernyataan lengkap permohonan maaf Prilly Latuconsina gegara 'Open To Work' yang viral di media sosial? Berikut ulasan selengkapnya.
"Hai semuanya. Aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa atau nggak nyaman. Untuk itu, aku ingin menyampaikan klarifikasi ini dengan itikad baik sebagai bentuk tanggung jawabku dalam berkomunikasi," kata Prilly mengawali pernyataan resminya, dikutip Rabu (4/2/2026).
Geger! Prilly Latuconsina Mulai Kerja Jadi Sales Besok, Ini Perusahaannya
Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf dengan tulus, kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa tidak nyaman atau kesalahpahaman. Menurut Prilly, ini sama sekali bukan hal yang ingin dia ciptakan.
"Aku ingin menegaskan bahwa sejak awal, aku tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif, apalagi tidak empati terhadap situasi yang sedang banyak dihadapi orang-orang saat ini. Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang, dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak," ungkapnya.
Nah, terkait penggunaan fitur Open to Work, Prilly menegaskan bahwa dirinya ingin menggunakannya sebagai cara untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas di jaring profesional, terutama di bidang atau ruang yang sebelumnya belum pernah dicoba.
Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapapun, melainkan sebagai bagian dari proses belajar dan upaya dia untuk terus bertumbuh.
Soal akun LinkedIn yang sempat hilang, Prill menyampaikan dan menjelaskan secara terbuka bahwa hal tersebut di luar kendalinya. Dengan kata lain, itu bukan aksi yang sengaja dilakukan untuk menghindari komentar netizen.
"(Penyebab hilang) Karena saat itu akun LinkedIn-ku mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi, dan akhirnya sampai saat ini belum bisa dibuka dan sekarang dalam proses pemulihan," katanya.
Prilly pun berjanji bahwa ke depannya dia tetap berkomitmen untuk menjalankan dan melanjutkan kerjasama, serta melakukan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang. Dan komitmen ini akan terus menjadi prioritas utamanya.
"Sekali lagi, aku ingin minta maaf karena telah menimbulkan situasi yang tidak nyaman bagi teman-teman semua. Terima kasih untuk kalian semua atas masukan, perhatian, dan pengertiannya," ungkap Prilly Latuconsina.
Editor: Muhammad Sukardi