Profil Yayoi Kusama, Seniman Legendaris Jepang yang Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun
Nama Yayoi Kusama kemudian semakin identik dengan Infinity Mirror Room.
Pada 1965, ia memperkenalkan karya Infinity Mirror Room—Phalli's Field, instalasi yang memanfaatkan cermin dan objek berulang untuk menciptakan ilusi ruang tanpa batas. Konsep tersebut kemudian terus dikembangkan Kusama dalam berbagai versi Infinity Mirror Room sepanjang kariernya.
Karya-karya itu membuat pengunjung bukan hanya melihat seni dari luar, tetapi masuk dan menjadi bagian dari pengalaman karya.
Instalasi semacam inilah yang kelak membuat nama Kusama begitu populer di kalangan masyarakat luas, terutama setelah era media sosial berkembang.
Pada 1966, Kusama kembali mencuri perhatian melalui Narcissus Garden di Venice Biennale.
Karya tersebut terdiri dari sekitar 1.500 bola reflektif yang menciptakan efek visual berulang. Aksi tersebut dilakukan di luar partisipasi resmi Jepang dalam Biennale.