Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Mbah Leginah, Nenek Viral yang Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Viral Kreator Konten Bandung Raih 1 Juta Followers Lewat Filter AR, Ini Ceritanya!

Senin, 05 Oktober 2026 - 14:13:00 WIB
Viral Kreator Konten Bandung Raih 1 Juta Followers Lewat Filter AR, Ini Ceritanya!
Kreator konten Meirani Siti Fatimah. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Filter Augmented Reality (AR) selama ini identik dengan efek wajah untuk mempercantik tampilan atau membuat konten media sosial semakin menarik. Namun, bagi kreator asal Bandung, Meirani Siti Fatimah, teknologi tersebut justru menjadi jalan untuk membangun audiens hingga mengembangkan bisnis kreatif digital.

Meirani tercatat berhasil membangun lebih dari 1 juta followers di TikTok melalui karya-karya berbasis filter AR. Tak hanya memiliki jumlah pengikut yang besar, filter yang dibuatnya juga telah digunakan oleh pengguna dari berbagai negara.

Menariknya, kemampuan tersebut tidak diperoleh melalui pendidikan formal di bidang teknologi visual. Meirani mempelajari pembuatan filter AR secara otodidak setelah awalnya tertarik mencoba filter untuk swafoto.

Rasa penasaran membuatnya mulai mencari berbagai tutorial di internet. Dari sana, dia kemudian mengeksplorasi pembuatan filter menggunakan Spark AR dan mengembangkan kemampuannya ke sejumlah platform, termasuk Meta Spark, TikTok Effect House, dan Snapchat Lens.

"Aku bikin filter awalnya buat aku sendiri. Tapi ternyata orang-orang juga suka, jadi rasanya seperti lagi makeup-in orang secara virtual," ujar Meirani dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Dari eksperimen sederhana tersebut, Meirani mulai melihat bahwa filter AR bukan hanya sekadar efek untuk mempercantik foto atau video. Karya digital yang dibuatnya dapat digunakan kembali oleh pengguna dan kemudian muncul dalam berbagai konten di media sosial.

Filter AR Bawa Meirani Raih 1 Juta Followers

Berbeda dengan konten video biasa yang distribusinya sangat bergantung pada unggahan kreator, filter memiliki karakteristik yang memungkinkan pengguna lain ikut memanfaatkannya.

Sebuah filter yang menarik dapat digunakan berkali-kali oleh pengguna. Ketika seseorang membuat video menggunakan filter tersebut, karya itu kemudian berpotensi menjangkau audiens baru melalui konten pengguna.

Model tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Meirani membangun audiens di TikTok.

Dalam profil profesionalnya, Meirani mencatat telah memiliki lebih dari 1 juta followers dengan 3,3 juta likes. Sejumlah filter yang dibuatnya juga disebut telah digunakan oleh pengguna dari berbagai negara.

Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus.

Salah satu filter awal yang dibuat Meirani, yakni 'Looks Pretty', sempat mendapatkan respons beragam dari pengguna. Efek visual yang dianggap terlalu ekstrem oleh sebagian pengguna akhirnya membuat filter tersebut diturunkan dari TikTok.

Alih-alih berhenti, pengalaman itu menjadi bagian dari proses belajar bagi Meirani. Dia kemudian mengembangkan pendekatan visual yang lebih seimbang dengan mempertimbangkan kenyamanan pengguna ketika menggunakan filter.

Belajar Teknologi secara Otodidak

Perjalanan Meirani memperlihatkan bagaimana perkembangan platform digital membuat seseorang dapat mempelajari keterampilan teknologi secara mandiri.

Dia tidak memulai perjalanan tersebut sebagai ahli teknologi visual. Kemampuan membuat filter justru berkembang dari rasa ingin tahu, eksperimen, hingga proses memahami tren dan respons pengguna.

Momentum lain muncul ketika TikTok mengembangkan Effect House sebagai platform bagi kreator untuk membuat efek Augmented Reality.

Meirani kemudian membawa pengalaman yang sebelumnya diperoleh melalui Meta Spark ke platform tersebut. Dia tercatat mulai menjadi Effect House Developer pada 2023.

Di platform itu, dia mengembangkan berbagai efek AR dengan mempertimbangkan tren serta cara pengguna berinteraksi dengan konten.

Bagi Meirani, kualitas karya menjadi salah satu hal yang penting. Dia tidak hanya mengandalkan frekuensi mengunggah konten, tetapi juga melakukan riset tren, mengembangkan desain filter, mengoptimalkan performa, serta membaca data insight untuk memahami perilaku audiens.

Dari Filter Media Sosial hingga Bisnis Kreatif

Jumlah audiens yang besar kemudian berjalan beriringan dengan berkembangnya kemampuan Meirani di bidang kreatif digital.

Melalui studio kreatif digital yang didirikannya, BloomPixelWorks, dia mengembangkan berbagai layanan berbasis AR untuk kreator, brand, maupun perusahaan.

Layanan tersebut mencakup pembuatan filter dan efek AR, pengalaman virtual try-on, aset desain, hingga kebutuhan multimedia digital.

Dalam profil profesionalnya, Meirani mencatat telah menangani lebih dari 1.000 klien dari berbagai skala.

Dia juga pernah mengembangkan filter untuk kebutuhan kampanye produk kecantikan. Salah satu penerapan teknologi tersebut adalah pengalaman virtual try-on yang memungkinkan pengguna memperoleh gambaran penggunaan produk secara digital.

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi AR mulai bergeser dari sekadar hiburan di media sosial menjadi salah satu bentuk pengalaman interaktif yang dapat dimanfaatkan dalam pemasaran.

Pengguna tidak hanya melihat informasi mengenai sebuah produk, tetapi juga dapat berinteraksi secara langsung melalui perangkat digital.

Kreator Tak Lagi Hanya Mengandalkan Konten

Perjalanan Meirani juga memperlihatkan perubahan pola dalam industri kreatif digital.

Seorang kreator kini tidak selalu harus mengandalkan pendapatan dari konten yang diunggah di platform. Keahlian yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi jasa, produk digital, kolaborasi dengan brand, maupun bisnis kreatif.

Selain AR, Meirani juga mengembangkan musik digital, template CapCut, desain visual, dan berbagai layanan kreatif lainnya.

Profil profesionalnya juga mencatat pengalaman sebagai singer-songwriter. Karya musiknya disebut telah memperoleh lebih dari 1 juta streaming di berbagai platform musik digital.

Diversifikasi tersebut membuat satu kemampuan digital dapat berkembang menjadi beberapa bentuk karya dan sumber aktivitas ekonomi.

Fenomena itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital dan ekonomi kreatif di Indonesia yang semakin membuka ruang bagi profesi berbasis proyek.

Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat sektor ekonomi kreatif menyerap 26,47 juta tenaga kerja pada 2024. Jawa Barat juga menjadi wilayah dengan porsi pelaku ekonomi kreatif terbesar berdasarkan data Ekrafhub, yakni 24,29 persen.

Sementara itu, perkembangan ekonomi digital turut melahirkan berbagai profesi baru yang sebelumnya belum banyak dikenal, termasuk pekerjaan berbasis teknologi kreatif seperti pengembang filter AR.

Bagi Meirani, semuanya berawal dari rasa penasaran ketika mencoba filter untuk dirinya sendiri. Dari sekadar bereksperimen, dia kemudian mempelajari teknologi secara mandiri, membangun audiens hingga lebih dari 1 juta followers, menangani ribuan klien, dan mengembangkan keterampilannya menjadi bisnis kreatif digital.

"Kalau karyanya nyaman dipakai, orang akan datang dengan sendirinya," kata Meirani.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa filter AR yang awalnya terlihat seperti fitur hiburan di media sosial ternyata dapat berkembang menjadi karya digital dengan jangkauan luas. Di tangan kreator, teknologi tersebut bahkan bisa menjadi pintu masuk menuju profesi dan bisnis baru di industri kreatif.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut