JAKARTA, iNews.id - Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari membuat hitung-hitungan atau perkiraan partai politik yang bakal mendukung hak angket Pemilu 2024. Menurut dia, sedikitnya akan ada tiga partai yang berada dalam satu gerbong.
Untuk diketahui, wacana hak angket Pemilu 2024 pertama dilontarkan oleh calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo. Sebagai capres yang diusung PDI Perjuangan, Qodari yakin partai berlambang banteng itu akan menudukung pengajuan hak angket.
Mossad kepada Demonstran Iran: Turunlah ke Jalan, Kami Bersama Kalian!
"Saya sudah buat hitung-hitungan, cek-cek supaya jangan salah hitung siapa kira-kira yang akan mendukung gagasan ini. Pertama PDI Perjuangan 128 kursi, kemudian PPP barangkali, 19 kursi, lalu yang agak pasti PKS 50 kursi, Nasdem tidak karena Surya Paloh sudah bertemu Jokowi untuk kesekian kali," ujar Muhammad Qodari dalam Podcast Cawe-Cawe YouTube Official iNews, dikutip Minggu (25/2/2024).
Sementara itu, dua partai koalisi pendukung Anies-Muhaimin, Nasdem dan PKB dinilai memiliki kecenderungan untuk tidak mendukung hak angket. Hal itu lantaran, kedua partai sudah mencapai target dalam mencapai kursi parlemen di DPR.
TPDI Nilai Hak Angket Langkah Tepat Selesaikan Sengketa Pemilu, MK Sudah Ternodai Nepotisme
"Jika ada dukungan secara kelembagaan, paling 3 partai yang ditotal itu 197 kursi (34 persen) dari seluruh kursi di DPR. Jadi, kalau ini bergulir, rasa-rasanya, tidak akan pada suatu keputusan yang mengatakan misalnya ini bersalah," kata Qodari.
Menyikapi hak angket DPR yang akan menggoyang pemerintahan Jokowi di delapan bulan terakhir, Pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti yakin hal itu akan berjalan.
Wacana Hak Angket, TKN Nilai Gugatan Pemilu Harusnya Dibawa ke Jalur Hukum Bukan Politik
"Karena cuma butuh 25 tanda tangan, kalau disumbang 10 dari PKS, 15 dari PDI, angketnya jalan. Nah, yang dibacakan oleh Qodari itu akhirnya, di final," ucap Ray Rangkuti.
Lebih lanjut, alumni UIN Syarif Hidayatullah pun menegaskan jika ada dua motif yang memungkinkan partai politik untuk mendukung hak angket DPR. Pertama untuk mengungkapkan cawe-cawe presiden dalam Pilpres dan untuk meningkatkan tawar menawar dalam politik.
"Jadi bacaan saya hampir semua partai di luar Demokrat dan Gerindra, ingin hak angket ini dilakukan," imbuh dia.
Editor: Wahyu Triyogo