Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ombudsman Temukan Maladministrasi Lahan di IKN, Begini Tanggapan Badan Otorita
Advertisement . Scroll to see content

Isu Debat Cawapres, Charles Bonar Sirait: Tambang Ilegal dan IKN Tidak Relevan Tujuan SDGs

Senin, 22 Januari 2024 - 14:23:00 WIB
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA - Debat keempat pemilihan presiden (Pilpres) 2024 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadu gagasan para calon wakil presiden (cawapres) pada topik yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan (SDG's). 

Dari data lembaga monitoring media Binokular, isu seperti hilirisasi sumber daya alam (SDA), Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga tambang ilegal masuk dalam topik-topik yang bakal dibahas para cawapres yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD.

"IKN ini dilihat apakah bagian dari pembangunan berkelanjutan atau bagaimana ada sedikit kasus dalam melihat masyarakat adat terkait IKN juga. Yang menarik adalah tambang ilegal yang harus dibicarakan," kata Project Manager Binokular Nicko Mardiansyah  dikutip dari tayangan Debat Bareng Pilpres (Debar) 2024 di YouTube Official iNews.

Dalam catatan Binokular, selain IKN dan hilirisasi SDA, tema mafia tanah dan reforma agraria, food estate, pupuk langka, dan dampak PLTU juga masuk dalam topik yang masyarakat harapkan untuk dibahas di debat keempat Pilpres 2024. 

Nicko sendiri mengungkit publikasi media yang menyoroti adanya dana ilegal kampanye partai yang disinyalir dari perusahaan-perusahaan ekstraksi atau tambang.

Di sisi lain, Founding Chairman Nusantara One Indonesia’s SDGs Movement Charles Bonar Sirait juga mengategorisasikan isu-isu dalam debat yang dianggap tidak ada korelasi maupun sejalan dengan misi pembangunan berkelanjutan. Dia sepakat jika isu IKN tidak sejalan dengan misi SDG's 'no one left behind' atau tidak ada orang yang ditinggalkan.

"IKN itu sebetulnya yang nggak terlalu dalam konteks, 'Apa iya semua orang miskin dibawa ke IKN?' kan tidak.  Terus tambang ilegal juga nggak, Wadas-Rempang iya, BBM gratis iya, peningkatan dana desa itu ya banget dong, mafia tanah, reforma agraria iya, PLTU iya mungkin, giant sea wall saya belum melihat (relevan), pupuk langka itu iya," jelas Charles Bonar Sirait.

Bagi Charles, secara keseluruhan sebenarnya apa saja yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah naik ke atas itu masuk dalam target SDG's. "Kalau ditanya food estate itu masuk, kalau tujuannya peningkatan kesejahteraan rakyat untuk naik kelas (iya, masuk)," ujar Charles Bonar Sirait.

Editor: Wahyu Triyogo

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut