JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menimbulkan dampak serius bagi masyarakat maupun petugas yang berada di garis depan penanganan. Asap pekat membuat sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan, sementara para relawan dan petugas harus berjibaku menghadapi kobaran api yang sulit dikendalikan.
Dalam penanganan karhutla, sejumlah insiden terjadi di lapangan. Selain warga yang terdampak paparan asap, seorang relawan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), dilaporkan mengalami luka bakar hingga 75 persen setelah tersambar api saat berusaha memadamkan kebakaran lahan.
Dampak Karhutla Kalimantan, Kabut Asap Terbawa Angin hingga Selimuti Manila
Perjuangan para petugas dan relawan menghadapi karhutla tidak mudah. Kondisi medan yang sulit, cuaca panas, serta api yang dapat kembali muncul dari bawah permukaan tanah menjadi tantangan besar dalam proses pemadaman.
Asap akibat kebakaran lahan juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah warga mengalami keluhan seperti sesak napas dan gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara.
Pemilik Lahan di Kotim jadi Tersangka Karhutla, Polisi Kini Bidik Korporasi Sawit
Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan terus melakukan upaya pemadaman di berbagai titik. Mereka bekerja berjam-jam untuk melokalisasi api agar tidak meluas ke kawasan permukiman dan lahan produktif warga.