Kekalahan Partai Republik menjadi pukulan politik bagi Trump. Dalam pemilu sela kali ini, Partai Demokrat berhasil merebut kendali DPR dan Senat AS sehingga berpotensi mempersulit agenda legislasi pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatannya.
Mahfud MD Heran! Jokowi dan Gibran Tak Masuk Daftar Penyadapan, Ada Apa?
Selain perang Iran, persoalan biaya hidup dan kenaikan harga energi juga menjadi perhatian utama pemilih Amerika. Survei AP Voter Poll terhadap lebih dari 100.000 pemilih menunjukkan sekitar enam dari 10 responden menilai keputusan AS melakukan operasi militer terhadap Iran sebagai langkah yang keliru.
Meski demikian, Trump tidak sepenuhnya menerima kekalahan tersebut sebagai kegagalan kepemimpinannya. Dia beralasan Partai Republik seharusnya bisa meraih hasil lebih baik jika dirinya ikut menjadi kandidat dalam pemilu.
Kemenko Polkam Perketat Penanganan WNI Gabung Militer Asing, Dalami Dugaan TPPO
"Jika saya yang berada dalam surat suara, kami pasti menang," kata Trump.
Trump juga mengaku tidak menyesali keputusan melancarkan perang terhadap Iran. Dia menegaskan akan tetap mengambil langkah yang sama meskipun kebijakan tersebut berdampak terhadap perolehan suara Partai Republik.
Polemik Ijazah Tak Selalu Lemahkan Jokowi, Dukungan Publik Justru Bisa Menguat
Editor: Dani M Dahwilani