19 Satwa di Dunia Paling Terancam Punah
Badak Jawa (Foto: Ist)
Harimau Melayu
Harimau Melayu awalnya diklasifikasikan sebagai harimau Indocina sampai pengujian DNA pada 2004 yang menunjukkan bahwa mereka adalah subspesies yang terpisah. Hewan yang luar biasa hanya ditemukan di Semenanjung Malaya dan ujung selatan Thailand. Diperkirakan hanya 340 ekor saat ini.
Gorila Gunung
Populasi gorila gunung diperkirakan 880 ekor di dunia ini. Sesuai namanya, gorila ini hidup di puncak tertinggi pegunungan di ketinggian 8.000 hingga 13.000 kaki. Tapi saat manusia mulai merambah kawasan tersebut, gorila ini pun terpaksa bergeser ke arah pegunungan untuk waktu yang lebih lama. Itulah yang memaksa mereka untuk bertahan hidup dalam kondisi berbahaya dan mematikan.
Orangutan
Seabad silam, diperkirakan jumlah mereka lebih dari 230.000 ekor. Tapi saat ini Orangutan dimasukkan ke dalam daftar kritis WWF. Saat ini sekitar 104.700 ekor orangutan Borneo yang tersisa dan 7.500 orangutan Sumatera. Spesies ketiga orangutan tersebut dibedakan dan diumumkan pada November 2017.Setiap subspesiesnya tidak sampai 800 ekor.
Saola
Dikenal dengan sebutan unicorn Asia, Saola ditemukan Mei 1992 dalam sebuah survei gabungan yang dilakukan oleh Kementerian Kehutanan Vietnam dan WWF di utara Vietnam. Temuan membuktikan Saola menjadi mamalia besar pertama yang baru di dunia ilmu pengetahuan selama lebih dari 50 tahun. Tidak diketahui secara pasti populasi Saola saat ini.
Populasi saola berada di Vietnam (Foto:Ist)
Harimau China Selatan
Populasi spesies ini diperkirakan berjumlah 4.000 individu pada awal 1950-an, namun dalam beberapa dekade berikutnya, ribuan ekor terbunuh.Mereka diburu karena dianggap hama. Pada 1979, Pemerintah China melarang perburuan Harimau China Selatan. Namun sayangnya pada 1996 populasi harimau ini diperkirakan hanya tinggal 30-80 ekor. Saat ini, harimau China Selatan dianggap 'punah secara fungsional’ oleh para ilmuwan.
Gajah Sumatera
Populasi mamalia ini diperkirakan sekitar 2.200 hingga 2.800 ekor. Gajah sumatera memakan berbagai jenis tanaman dan menyemai benih kemanapun mereka pergi. Sayangnya, jumlah populasi mereka turun cepat. Populasi utama ditemukan di Kalimantan dan Sumatera, Indonesia.
Orangutan Sumatera
Diperkirakan hanya 7.500 ekor orangutan Sumatera yang tersisa di dunia ini. Habitat utamanya tersebar di Kalimantan dan Sumatera, Indonesia. Secara historis, orangutan Sumatera tersebar ke seluruh Pulau Sumatra dan selanjutnya ke selatan Pulau Jawa.
Badak Sumatera
Kurang dari 100 badak Sumatera yang masih tersisa di dunia. Badak Sumatra adalah spesies terkecil dari jenis badak lainnya dan satu-satunya badak Asia yang memiliki dua tanduk. Dibanding badak jawa, badak sumatera lebih terancam oleh perburuan liar. Tidak ada indikasi yang dapat menjamin populasi hidup mereka stabil.
Harimau Sumatera
Sekitar 400 hingga 500 harimau sumatera diperkirakan masih hidup. Beberapa sub-spesies bertahan hidup di sisa-sisa hutan Sumatera. Di Indonesia, siapapun yang tertangkap memburu harimau ini bisa menghadapi hukuman penjara dan denda. Meskipun ada upaya konservasi, pasar gelap terus mencari pedagang yang menjual bagian tubuh satwa ini.
Vaquita
Vaquita merupakan mamalia laut paling langka di dunia. Diperkirakan hanya adan 30 spesies Vaquita yang tersisa di dunia. Lumba-lumba kecil itu tidak ditemukan sampai 1958, dan ditemukan sedikit saja setengah abad kemudian. “”Kita berada di ambang kehilangan mereka selamanya,”kata WWF, dikutip Senin (20/11/2017). Vaquita sering tertangkap dan tenggelam dalam operasi penangkapan ikan ilegal di kawasan lindung laut di Teluk Meksiko di Meksiko.
Vaquita ditemukan di Teluk Meksiko (Foto:ist)
Gorila Dataran Rendah Barat
Tidak diketahui pasti jumlah gorila dataran rendah barat karena mereka menghuni beberapa hutan hujan yang paling terpencil di Afrika. Karena perburuan dan penyakit, jumlah gorila telah menurun lebih dari 60% selama 20 hingga 25 tahun terakhir.
Lumba-Lumba Yangtze Finless
Sungai terpanjang di Asia, Yangtze, dulunya merupakan rumah bagi dua spesies lumba-lumba berbeda, Yantze Finless dan Baiji. Pada 2006 lumba-lumba Baiji menjadi lumba-lumba yang pertama punah dalam sejarah karena aktivitas manusia. Sekarang ini, lumba-lumba Yangtze berada di ujung tanduk. Hanya ada 1.000 hingga 1.800 ekor lagi yang tersisa.
Editor: Zen Teguh