Anak-Anak Tak Mudah Terinfeksi tapi Bisa Tularkan Virus Korona, Kenapa?

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 18 Maret 2020 - 11:18 WIB
Anak-Anak Tak Mudah Terinfeksi tapi Bisa Tularkan Virus Korona, Kenapa?

Seorang perempuan mengunjungi rumah sakit dengan anaknya di Wuhan, Provinsi Hubei, China, di tengah pandemi korona. (FOTO: STR / AFP)

JENEWA, iNews.id - Menurut para ahli, untuk alasan yang belum diketahui, anak-anak jarang memiliki gejala yang parah ketika terinfeksi virus korona; dan bahkan sedikit yang mungkin terkena penyakit ini.

Tetapi itu tidak berarti bayi, balita, dan remaja bukanlah pembawa virus korona, yang menular dari hewan ke manusia di China pada akhir tahun lalu. Pandemi dimulai di Wuhan, China tengah.

Hingga Selasa (17/3/2020), virus korona sudah menginfeksi sekitar 190.000 orang di seluruh dunia dan membunuh lebih dari 7.800.

Para ahli memperkirakan jumlah infeksi sebenarnya -banyak dengan gejala ringan atau tanpa gejala- jauh lebih tinggi.

"Kami tahu anak-anak terinfeksi virus itu, tetapi mereka tampaknya tidak sakit atau mati," kata Justin Lessler, seorang ahli epidemiologi di Sekolah Kesehatan Publik Johns Hopkins Bloomberg, kepada AFP, Rabu (18/3/2020).

"Apa yang kita tidak tahu adalah berapa banyak anak-anak tanpa gejala atau gejala ringan ini menularkan virus korona," katanya, kepada AFP.

"Ini adalah kunci untuk memahami peran mereka dalam epidemi."

Dalam sebuah penelitian pertengahan Februari terhadap 44.000 kasus korona yang dikonfirmasi di dan sekitar Kota Wuhan, kelompok usia 10 hingga 19 tahun hanya menyumbang satu persen kasus infeksi dan satu kematian.

Pasien di bawah 10 tahun kurang dari satu persen, tanpa ada laporan kematian.

"Kami masih berusaha mencari tahu kekurangan kasus di antara mereka yang berusia di bawah 20 tahun ," kata Cecile Viboud, seorang ahli epidemiologi di Pusat Internasional Kesehatan Nasional AS, Fogarty International Center.

Ada beberapa teori soal mengapa anak-anak, terutama yang muda, tidak rentan terhadap gejala serius korona.

"Anak-anak melihat begitu banyak penyakit pada tahun-tahun pertama kehidupannya sehingga sistem kekebalan tubuh mereka disesuaikan dan merespons dengan baik terhadap infeksi baru," menurut Sharon Nachman, kepala penyakit menular anak di Rumah Sakit Anak Stony Brook di negara bagian New York.

"Apa pun alasannya, betapa mudahnya anak-anak menularkan penyakit ini meskipun relatif kebal terhadap penyakit," ujar Viboud.

Hal inilah, kata dia, yang secara langsung relevan dengan gagasan penutupan sekolah.

Editor : Nathania Riris Michico