Anders Breivik, Teroris Pembantai 77 Orang di Norwegia Ajukan Bebas Bersyarat

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 16 September 2020 - 20:13 WIB
Anders Breivik, Teroris Pembantai 77 Orang di Norwegia Ajukan Bebas Bersyarat

Teroris asal Norwegia, Anders Behring Breivik, saat menjalani persidangan melawan Negara Norwegia pada 2016. (Foto: AFP)

OSLO, iNews.idEkstremis sayap kanan Anders Behring Breivik, yang membantai 77 orang di Norwegia pada 2011, telah mengajukan pembebasan bersyarat. Kabar tersebut diungkapkan oleh pengacara teroris itu, Rabu (16/9/2020).

Tak hanya itu, Breivik juga berencana mengajukan gugatan baru terhadap Negara Norwegia mengenai kondisinya di penjara, di mana dia dipisahkan dari para narapidana lainnya, kata pengacara Oystein Storrvik.

Pada Juli 2011, dengan menyamar sebagai polisi, Breivik melacak dan menembak mati 69 orang—yang kebanyakan dari mereka adalah remaja—di kamp pemuda Partai Buruh di Pulau Utoya. Sebelum membantai puluhan orang itu, dia lebih dulu membunuh delapan orang lewat aksi pemboman di luar gedung pemerintah di Ibu Kota Oslo.

Breivik dipenjara pada 2012 setelah mendapat vonis hukuman terberat di Norwegia, yaitu 21 tahun penjara yang dapat diperpanjang tanpa batas waktu. “Atas namanya (Breivik), saya telah mengirim permintaan pembebasan bersyarat,” kata Storrvik kepada surat kabar harian lokal, Verdens Gang, dikutip kembali AFP.

“Dia berhak atas peninjauan hukum untuk pembebasan bersyarat di akhir periode minimum, yaitu 10 tahun dalam kasusnya. Itu adalah hak semua narapidana, dan dia ingin mengambil hak itu,” ujar sang pengacara.

Storrvik juga mengatakan, Breivik berencana mengajukan gugatan hukum lain terhadap Negara Norwegia untuk memprotes “isolasi jangka panjang” di penjara.

Breivik sebelumnya telah mengajukan gugatan hukum terhadap Negara Norwegia terkait kondisinya di penjara—yang menurut dia melanggar Konvensi Eropa tentang HAM. Konvensi itu antara lain melarang perlakuan yang tidak manusiawi dan merendahkan terhadap narapidana.

Setelah sebagian tuntutannya dikabulkan pada 2016, upaya hukumnya ditolak oleh Pengadilan Tinggi Norwegia dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.

Di penjara Skien, Breivik memiliki tiga sel yang masing-masing berukuran 10 meter persegi. Sel sang teroris terbilang mewah, karena di sana dia dapat berolahraga, bermain video game, dan menonton televisi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil