Anies Sebut DKI Lacak Kasus Corona sejak Januari, Kasus Infeksi Diperkirakan 30.000
Ini bertolak belakang dengan pernyataan Gugus tugas Covid-19 yang dibentuk pemerintah pusat yang menilai kehidupan akan mulai membaik pada Juni atau Juli.
"Mengapa saya tidak ingin membuat prediksi? Karena saya melihat data, itu tidak mencerminkan sesuatu yang akan segera berakhir. Itulah yang dikatakan oleh para ahli epidemiologi. Ini adalah waktu di mana para pembuat kebijakan perlu mempercayai ilmu pengetahuan,” kata Anies.
Untuk mendukung klaim bahwa Jakarta memiliki kasus lebih banyak dari angka resmi yaitu 4.700-an kasus dan 400-an korban meninggal, Anies mengutip data kenaikan tajam dalam jumlah pemakaman, yakni 4.300 pada paruh kedua Maret dan 4.590 pada April.
Dalam kondisi nornal, ada 3.000 proses pemakaman setiap bulan di Jakarta. Data pada Maret dan April menunjukkan ada penambahan 1.500 kematian rata-rata per bulan.
"Kelebihan kematian ini merupakan kasus Covid dengan kemungkinan tinggi,” ujarnya.
Dari angka itu Anies menghitung, jika diasumsikan kasus kematian akibat virus corona 5 sampai 10 persen, artinya total kasus infeksi bisa mencapai 15.000 hingga 30.000 infeksi untuk Jakarta saja.
“Kami kira jumlah (kematian dan infeksi) jauh lebih tinggi dari apa yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Editor: Anton Suhartono