Australia Tiba-Tiba Tunda Program Vaksinasi Covid, Kenapa?

Djairan ยท Jumat, 22 Januari 2021 - 11:10:00 WIB
Australia Tiba-Tiba Tunda Program Vaksinasi Covid, Kenapa?
Petugas kesehatan tengah menyiapkan vaksin Covid-19 buatan Pfizer untuk disuntikkan pada penerima (ilustrasi). (Foto: Reuters)

CANBERRA, iNews.id – Beberapa negara yang telah memasok vaksin Covid-19 dan mulai meluncurkan program inokulasi atau penyuntikan secepat mungkin. Namun, Australia mengambil pendekatan yang berbeda, dengan memutuskan untuk menunda vaksinasi selama mungkin.

Australia sebenarnya telah mengamankan stok vaksin corona dalam jumlah besar, yakni mencapai 53,8 juta dosis vaksin dari AstraZeneca dan 10 juta dosis vaksin Pfizer. Namun, negeri kanguru memutuskan untuk mengambil pendekatan watch and wait alias “mengamati dan menunggu”. 

Pemerintah Australia ingin mengamati terlebih dulu bagaimana vaksin bekerja di negara lain, sebelum memulai penyuntikan terhadap rakyatnya.

Sebelumnya, Pemerintah Federal Australia berencana memulai kampanye vaksinasi massal pada pertengahan atau akhir Februari 2021. Vaksin akan diprioritaskan kepada petugas kesehatan garis depan, pekerja di fasilitas karantina, pekerja di kedatangan internasional, dan penghuni panti jompo atau penyandang disabilitas.

Australia menargetkan vaksinasi kepada 4 juta dari 25 juta penduduk pada akhir Maret, dan pada Oktober mencapai seluruh populasi. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, pemerintah mengambil jeda waktu untuk peluncurannya, dan tidak perlu mengambil risiko seperti negara-negara lain dengan kasus corona yang parah.

“Kami mendapati sejumlah negara di luar sana yang sudah memulai vaksinasi, sebab ada keputusasaan nyata pada program di sana. Bukan itu masalahnya di sini, kita memang dapat melindungi warga Australia dengan vaksin, namun ingin memastikan melakukannya dengan benar, belajar dari itu (negara lain),” ujar Morrison, dikutip The Straits Times, Jumat (22/1/2021).

Kini, Australia memutuskan untuk menunda peluncuran vaksin, mengingat penanganan wabah yang cukup baik, di samping jumlah kasus infeksi virus corona yang cukup rendah di negara itu. Selain itu, Australia juga gencar menerapkan program pengujian secara komprehensif, dan sistem karantina yang ketat. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2