Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Brutal! Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan Penyiar Berita Stasiun TV
Advertisement . Scroll to see content

Beirut Kembali Diguncang Ledakan, Jumlah Korban Tewas Bertambah

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 06:18:00 WIB
Beirut Kembali Diguncang Ledakan, Jumlah Korban Tewas Bertambah
Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api usai sebuah ledakan terjadi di Beirut, Lebanon. (foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

LEBANON, iNews.id - Lebanon kembali diguncang ledakan, Jumat (9/10/2020) malam waktu setempat. Insiden itu menewaskan sejumlah warga sipil dan menyebabkan kepanikan.

Stasiun televisi Beirut melaporkan ledakan berasal dari sebuah tangki bahan bakar yang terbakar di Lebanon, ibu kota Beirut. Empat orang meninggal dunia terkena ledakan, sedangkan lebih dari 30 orang terluka dalam insiden tersebut.

Sumber medis menyebutkan ada tiga anak-anak yang tengah dirawat di rumah sakit karena luka bakar.

Petugas pemadam kebakaran menggunakan tangga bergerak berusaha mengevakuasi orang-orang dari gedung-gedung di Distrik Tariq al-Jaddie yang padat penduduk.

"Jumlah korban meningkat menjadi empat (orang)," tulis Palang Merah Lebanon di akun Twitter-nya seperti dikutip dari AFP, Sabtu (10/10/2020).

Letnan Satuan Pemadam Kebakaran Lebanon, Ali Najim mengatakan sebelum terjadi ledakan gedung tempat tangki bahan bakar terlebih dulu dilalap api. Insiden susulan kemudian menyebabkan kepanikan warga yang berada di dekat lokasi kejadian.

Sumber keamanan mengatakan api diduga pertama kali muncul di bagian bunker di mana terdapat penyimpanan bahan bakar generator penghasil listrik yang dimiliki oleh perusahaan swasta.

Pihak berwenang telah menangkap pemilik yang mengelola salah satu dari banyak generator swasta yang memasok listrik kepada warga saat sering terjadi pemadaman listrik.

Dalam beberapa minggu terahir, pemerintah kota Beirut telah mencari gudang yang mungkin melanggar hukum atau menimbulkan bahaya bagi daerah pemukiman.

Gubernur Beirut, Marwan Aboud mengatakan pihaknya telah mengindentifikasi 100 lokasi yang masih menyimpan bahan/zat yang berpotensi menimbulkan ledakan.

"Kami khawatir kecelakan seperti itu bisa terjadi," kata Aboud.

"Kami telah memerintahkan beberapa dari mereka untuk ditutup dan meminta yang lain menerapkan prosedur untuk melindung publik," lanjutnya.

Penduduk Lebanon, khususnya Beirut masih dihantui insiden mengerikan ledakan besar di Pelabuhan Beirut pada Agustus lalu yang menewaskan lebih dari 200 orang serta melukai lebih dari 5.000 orang.

Dua bulan setelah ledakan Pemerinta Kota Beirut masih berusaha membersihkan reruntuhan gedung yang masih berserakan di beberapa blok.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut