Biaya Perang Iran Tembus Rp854 Triliun, Popularitas Trump Terancam Jelang Pemilu
Perang Iran Jadi Beban Politik Jelang Pemilu
Meningkatnya biaya perang dan tekanan terhadap biaya hidup menjadi persoalan bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu. Selain menentukan komposisi Kongres, hasil pemungutan suara tersebut akan memengaruhi kemampuan pemerintah menjalankan agenda politik dan anggarannya.
Partai Republik saat ini memegang mayoritas tipis di kedua kamar Kongres. Kehilangan kursi dalam jumlah yang cukup dapat mengubah keseimbangan kekuatan politik di Washington dan mempersulit pelaksanaan agenda pemerintahan Trump.
Kenaikan biaya energi juga menjadi perhatian karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh rumah tangga dan pelaku usaha. Jika konflik terus berlanjut, pemerintah AS akan menghadapi tekanan untuk menanggung biaya operasi militer sekaligus mengatasi dampak ekonominya.
Meski demikian, besarnya biaya perang tidak dengan sendirinya menentukan hasil pemilu. Sejumlah faktor lain, termasuk kondisi ekonomi secara keseluruhan, isu domestik, dan pilihan pemilih, juga akan memengaruhi hasil pemungutan suara pada 3 November.
Dengan biaya perang yang telah melampaui Rp854 triliun dan kemungkinan operasi militer lanjutan, konflik Iran kini menjadi persoalan militer, ekonomi, sekaligus politik bagi pemerintahan Trump.
Editor: Anton Suhartono