Borong 32 Helikopter Black Hawk, Filipina Gelontorkan Rp9 Triliun
Karena kendala keuangan, Filipina harus bekerja keras selama bertahun-tahun untuk memodernisasi militernya. Saat ini, anggota ASEAN tersebut menjadi salah satu negara yang paling minim anggaran militernya di kawasan Asia. Padahal, Filipina harus menghadapi ancaman pemberontakan dalam negeri selama puluhan tahun, di samping mempertahankan wilayahnya di Laut China Selatan yang disengketakan.
Dengan adanya pembelian heli Black Hawk kali ini, Angkatan Udara Filipina dapat memensiunkan helikopter Bell UH-1 yang sudah usang, yang telah digunakan selama Perang Vietnam. “Angkatan Udara Filipina sangat baik dalam memelihara helikopter selama itu. Lama, setelah AS membuang Huey mereka, kami masih menerbangkannya,” kata Lorenzana.
Dia menuturkan, Filipina sebelumnya memperoleh 16 Black Hawk dari PZL Mielec, yang semuanya telah dikirim dan digunakan secara luas untuk menanggapi kerusakan luas yang disebabkan oleh topan kuat di Filipina tengah pada Desember.
Salah satu dari 16 helikopter itu jatuh tahun lalu selama pelatihan penerbangan malam di Provinsi Tarlac yang terletan di utara negeri itu. Insiden tersebut menewaskan enam personel Angkatan Udara Filipina.
Editor: Ahmad Islamy Jamil