Cemas dan Ketakutan, Kini Orangtua Demonstran Hong Kong Menunggu di Luar Kampus yang Dikepung Polisi

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 19 November 2019 - 12:35 WIB
Cemas dan Ketakutan, Kini Orangtua Demonstran Hong Kong Menunggu di Luar Kampus yang Dikepung Polisi

Asap mengepul dari kampus Hong Kong yang terkepung saat ketegangan meningkat. (FOTO: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Pihak keluarga dari beberapa demonstran mahasiswa pro-demokrasi yang bersembunyi di sebuah universitas Hong Kong menunggu di luar kampus itu, Selasa (19/11/2019). Mereka menunggu para demonstran di dalam kampus menyerah.

Sekitar 100 pemrotes masih dikepung di dalam Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) yang dikelilingi oleh pasukan anti-huru hara yang mengepung mereka selama tiga hari.

Seorang perempuan dengan nama keluarga Cheung mengatakan, dia menghabiskan malam di sebuah taman dekat barisan polisi sambil menunggu berita tentang putranya. Dia menyebut putranya tiba ke kampus untuk memberi pertolongan pertama.

"Saya sangat, sangat khawatir, khawatir hidupnya bisa dalam bahaya. Dia takut. Dia takut ditangkap oleh polisi," katanya, seperti dilaporkan AFP.

Aksi protes dalam 10 hari terakhir berubah menjadi strategi "Blossom Everywhere" yang sangat mengganggu, menyebabkan jaringan transportasi ke sekolah rusak dan ditutup.

Namun, pendudukan demonstran di PolyU selama tiga hari merupakan episode yang paling serius dan berkelanjutan.

Seorang ibu lain, yang nama keluarganya Chung, mengatakan kepada South China Morning Post, putrinya yang berusia 16 tahun masih berada di dalam universitas. Dia cemas meskipun ada jaminan anak di bawah umur tidak akan menghadapi tindakan hukum jika menyerah.

"Tidak ada yang bisa memintanya keluar sekarang. Dia ingin keluar dengan bebas, dan sama sekali tidak percaya pada polisi," katanya, kepada surat kabar itu.

"Dia berkomunikasi dengan saya, tetapi menolak untuk mendengarkan saya."

Cheung berkata dia hanya ingin putranya keluar dengan selamat.

"Saya percaya mereka tidak akan menagih anak saya, karena dia hanya membantu orang. Dia bukan salah satu dari orang-orang berpakaian hitam, dia tidak memiliki topeng di rumah atau alat lain seperti itu, dia baru saja keluar dengan jeans, kaos dan jaket. "

Pemerintah, bagaimanapun, tidak menunjukkan niat berkompromi. Kepala Eksekutif Carrie Lam mengatakan, mereka yang berada di dalam kampus tidak memiliki pilihan selain menyerah.

Kepolisian juga bersumpah menangkap semua orang, bersikeras bahwa mereka harus menghadapi kekuatan hukum.

"Jika pemerintah menyerah pada generasi ini, lalu bagaimana dengan generasi selanjutnya? Apakah mereka juga menyerah pada mereka?" tanya Cheung.

"Apa yang akan terjadi dengan Hong Kong?"


Editor : Nathania Riris Michico