China Eksplorasi Titik Terdalam di Bumi, Cari Sumber Daya Alam Langka Saingi Jepang
Dalam eksplorasi di laut dalam, Jepang menemukan sumber daya tanah jarang (Rare Earth--yang merupakan logam dan unsur kimia terdiri dari 17 unsur yang muncul dalam tabel periodik. Sumber daya tersebut penting untuk produksi produk berteknologi tinggi seperti smartphone, sistem rudal dan radar--yang saat ini dikendalikan China.
Beijing bekerja keras untuk memastikan dominasinya di area ini. Pada bulan Juli, pemerintah Cina menaikkan kuota untuk penambangan rare earth ke rekor tertinggi, setinggi 140.000 ton (140 juta kilogram).
Menurut surat kabar China Daily, China telah berinvestasi di perusahaan tanah jarang di Greenland karena peluang ekonomi muncul di kawasan Arktik. Namun, Negeri Tirai Bambu kini menghadapi persaingan ketat dari negara-negara di seluruh dunia.
Pada tahun 2018, para peneliti Jepang membuat apa yang disebut sebagai temuan "pengubah permainan" di pulau kecil Minamitori di Samudra Pasifik, di mana jutaan ton rare earth yang sangat berharga ditemukan di lumpur laut dalam di dekatnya.
Editor: Arif Budiwinarto