China Kini Catat Lonjakan Harian Terbesar Infeksi Covid sejak 5 Maret 2020

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 14 Januari 2021 - 14:14:00 WIB
China Kini Catat Lonjakan Harian Terbesar Infeksi Covid sejak 5 Maret 2020
Warga China bepergian di tengah munculnya gelombang baru wabah Covid-19 di negara itu (ilustrasi). (Foto: Reuters)

BEIJING, iNews.idChina melaporkan lonjakan infeksi Covid harian terbesar dalam lebih dari 10 bulan terakhir. Salah satu penyebabnya, wabah virus corona di Provinsi Heilongjiang—yang terletak di bagian timur laut negara itu—meningkat tiga kali lipat.

Reuters melansir, situasi tersebut menjadi ancaman sendiri bagi China menjelang hari libur nasional utama, ketika ratusan juta orang biasanya bepergian.

Sejumlah kebijakan agresif untuk menahan laju wabah tersebut sudah dilakukan pemerintah setempat. Beberapa di antaranya adalah karantina wilayah (lockdown), pembatasan perjalanan, dan pemeriksaan massal. 

Tindakan tersebut cukup membantu China untuk menurunkan jumlah kasus dari puncak pandemi yang terjadi pada awal 2020. Akan tetapi, negara komunis itu tetap saja belum dapat sepenuhnya membasmi Covid, bahkan di saat program vaksinasi telah dimulai pemerintah.

Sampai hari ini, Covid-19 sudah membunuh hampir 2 juta jiwa di seluruh dunia.

Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China menyatakan, ada 138 kasus baru Covid yang dilaporkan pada Rabu (13/1/2021). Jumlah itu naik dari 115 kasus baru pada hari sebelumnya, sekaligus menandai lonjakan infeksi tertinggi sejak 5 Maret lalu. 

China juga melaporkan satu kematian baru—yang juga menjadi pasien Covid pertama yang meninggal di negeri itu sejak pertengahan Mei lalu. Gelombang wabah virus corona di China saat ini terkonsentrasi di wilayah timur laut. 

Kejadian tersebut bertepatan dengan kedatangan tim ahli yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, tempat Covid-19 pertama kali muncul pada akhir 2019. Menrurut rencana, tim WHO akan menghabiskan waktu sekitar satu bulan di kota itu (sudah termasuk dua minggu masa karantina) untuk menyelidiki asal-usul pandemi Covid-19.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2