Data Genom Covid-19 di Beijing Terungkap: Punya Strain Eropa, tapi Lebih Tua

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 15:31 WIB
Data Genom Covid-19 di Beijing Terungkap: Punya Strain Eropa, tapi Lebih Tua

Ilustrasi uji sampel virus corona. (Foto: Antara)

BEIJING, iNews.idChina telah merilis data tentang urutan genom umum untuk virus corona yang menyebabkan munculnya wabah baru di Kota Beijing sepekan terakhir. Para pejabat setempat mengatakan, data itu mengidentifikasi bahwa virus tersebut memiliki tipe atau strain Eropa.

China juga menyatakan telah mengirimkan data itu kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut perincian yang dipublikasikan di laman resmi Pusat Data Mikrobiologi Nasional China, data genom didasarkan pada tiga sampel. Dua di antaranya berasal dari manusia dan satu dari lingkungan (Pasar Induk Xinfadi).

Sampel-sampel tersebut dikumpulkan pada 11 Juni lalu, hari pertama Beijing melaporkan kasus baru Covid-19 setelah beberapa bulan. Delapan hari sejak itu, kota itu telah melaporkan total 183 kasus infeksi virus corona. Kasus-kasus itu terkait dengan Pasar Induk Xinfadi yang luasnya mencapai 160 kali lapangan sepak bola dan berada di barat daya Beijing.

“Menurut hasil studi genomik dan epidemiologis awal kami, virus (yang ditemukan di Beijing) itu berasal dari Eropa, tetapi (jenisnya) berbeda dari virus yang saat ini menyebar di Eropa. Ini lebih tua lagi dari virus yang saat ini menyebar di Eropa,” kata salah satu pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Zhang Yong, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/6/2020).

Zhang juga membuat beberapa hipotesis mengenai kemungkinan cara virus itu bisa tiba di Tiongkok.

“(Virus) itu bisa saja disembunyikan dalam produk makanan beku impor, atau bersembunyi di lingkungan yang gelap dan lembap seperti Xinfadi, dengan lingkungan yang tidak didesinfeksi atau disterilkan,” tulis Zhang dalam sebuah artikel yang diunggah di laman resmi Kantor Pusat Inspektorat China Situs, hari ini.

Kepala Ahli Epidemiologi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Dr Wu Zunyou, pada awal pekan ini mengatakan kepada media pemerintah bahwa strain virus corona yang ditemukan di Beijing kali ini mirip dengan strain Eropa, tetapi tidak berarti langsung ditularkan dari benua biru itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil