Dikawal Tentara Israel, Pemukim Yahudi Melenggang Bebas Masuk Kompleks Al-Aqsa
AL-QUDS, iNews.id – Para pemukim Yahudi memasuki kompleks Masjid al-Aqsa pada Minggu (20/9/2020). Menurut sejumlah saksi, orang-orang itu dapat melenggang bebas masuk meskipun tempat suci tersebut ditutup sejak Jumat (18/9/2020) setelah Israel menerapkan karantina alias lockdown yang ketat untuk menangkal virus corona (Covid-19).
Alarabiyah melansir, rombongan itu berdoa di sekitar kompleks al-Aqsa di Yerusalem—yang menampung enam masjid termasuk Masjid Kubah Batu—untuk memperingati Tahun Baru Yahudi, yang dikenal sebagai Rosh Hashanah.
Orang-orang yang digambarkan sebagai “pemeluk Yahudi yang taat’ itu tampak dikawal ketat oleh polisi Israel. Mereka juga melakukan ritual dan tur yang dianggap provokatif, menurut kantor berita WAFA.
Kunjungan kontroversial kaum Yahudi itu dilakukan setelah Pemerintah Israel memberlakukan lockdown jilid dua pada Jumat lalu, memerintahkan semua penduduk untuk tetap berada dalam radius 1.000 meter dari rumah mereka selama tiga pekan ke depan.
1.000 Yahudi Dilarang Masuk Ukraina, Ada Apa?
Sementara, otoritas agama al-Aqsa pada Jumat mengumumkan, situs suci itu juga akan ditutup selama tiga minggu. Akan tetapi, para saksi melaporkan, rombongan pemukim Yahudi malah tetap masuk ke kompleks masjid itu pada Minggu pagi kemarin.
Israeli settlers raid Al-Aqsa Mosque Compound accompanied by Israeli soldiers. These provocative raids raise tensions in #Jerusalem and increase Palestinian fears that Israel is intent on compromising the historical status quo of Jerusalem's holy sites. Video by @Silwanic1 pic.twitter.com/vyfN4HCi9v