Dituduh Tembak Relawan Razan Al Najar, Wanita Israel Ini Diancam Bunuh
TEL AVIV, iNews.id - Setelah meninggalnya relawan medis Palestina, Razan Al Najjar, akibat ditembak sniper Israel, muncul foto di media sosial seorang perempuan berseragam Pasukan Keamanan Israel (IDF).
Dia dituduh sebagai pelaku penembakan Razan pada Jumat (3/6). Saat itu Razan sedang membantu demonstran yang luka akibat terkena tembakan gas airmata di dekat perbatasan Israel.
Perempuan yang diketahui bernama Rebecca itu sontak saja menjadi pembicaraan di penjuru dunia. Fotonya menggunakan seragam IDF pertama kali muncul di akun Facebook pada Jumat malam. Sejak itu pula muncul ancaman pembunuhan terhadapnya, keluarga, bahkan teman-teman.
Tuduhan itu salah satunya disampaikan seorang perempuan melalui akun Facebook-nya. Dia berasal dari Chicago, Amerika Serikat, yang memiliki 13.000 pengikut. Pemilik akun mengunggah foto Rebecca yang diketahui diambil dari akun Facebook IDF.
Beberapa jam kemudian, akun Facebook Freedom for Gaza dengan lebih dari 100.000 pengikut juga mengunggah foto Rebecca. Disebutkan, dia telah membunuh perawat Palestina berusia 21 tahun di Gaza. Posting-an itu dibagikan hingga puluhan ribu kali.
Posting-an serupa terus menyebar ke seluruh dunia dan diterjemahkan dalam bahasa Arab, Spanyol, Turki, Prancis, Malaysia, dan Indonesia.
Namun, baik IDF maupun Rebecca membantah tuduhan itu. Disebutkan perempuan 24 tahun itu sudah tak bertugas lagi di militer lagi sejak 2,5 tahun lalu. Itu pun, dia tak pernah menjadi sniper selama bertugas.
Menurut laporan Times of Israel, saat ini dia berkerja untuk tahun jeda. Bulan depan, dia akan memulai mengajar bahasa Inggris untuk para pengungsi.
Meski sosoknya menjadi terkenal di dunia maya sejak Jumat malam, Rebecca baru mengetahui hal itu pada Sabtu malam saat mengaktifkan kembali telepon selulernya.
"Saya menyalakan telepon setelah Shabbat (hari istirahat bekerja pada Jumat dan Sabtu bagi Yahudi), ada ratusan pesan di Facebook. Teman-teman saya juga mengirim pesan kepada saya melalui Whatsapp," kata dia.
Tak hanya Facebook, akun Instagram Rebecca juga menjadi sasaran. Untuk itulah dia menghapus akun Instagram-nya. Sebelumnya dia lebih dulu menghapus akun Facebook setelah dihubungi IDF.
"Petugas mengatakan kepada saya tidak ada risiko apa pun terhadap keselamatan saya," katanya.
Setelah itu dia melapor ke polisi. Harapannya, Rebecca berharap pesan-pesan yang menyerang dirinya bisa dihapus. Namun hal itu sangat sulit diwujudkan.
Militer Israel mengklaim akan menyelidiki penembakan terhadap Razan. Dari sasaran tembakan yang tepat mengenai bagian mematikan, yakni dada, kuat dugaan pelaku sengaja ingin membunuh perempuan pemberani berusia 21 tahun itu.
Dua sampai tiga peluru menembus tubuh perempuan mungil itu. Dia bertugas menjadi relawan medis sejak aksi demonstrasi menuntut dikembalikannya tanah Palestina yang direbut Israel pecah pada 30 Maret.
Editor: Anton Suhartono