Israel Gempur Bunker Hamas sebagai Balasan Serangan Balon Berpeledak

Arif Budiwinarto ยท Jumat, 07 Agustus 2020 - 09:33 WIB
Israel Gempur Bunker Hamas sebagai Balasan Serangan Balon Berpeledak

Serangan udara militer Israel mengenai target kelompok bersenjata di Palestina (foto: teleSUREnglish)

GAZA, iNews.id - Angkatan udara Israel menghujani beberapa instalasi infrastruktur bawah tanah yang diyakini milik milisi Hamas di Jalur Gaza, Kamis (6/8/2020) malam waktu setempat. Serangan tersebut sebagai balasan atas peluncuran balon berisi bahan peledak dari arah Gaza.

"Teroris di Gaza meluncurkan balon peledak ke Israel sepanjang hari. Sebagai tanggapan, pesawat kami baru saja menyerang infrstruktur teror bawah tanah Hamas di Gaza," demikian pernyataan resmi IDF melalui akun Twitter yang dikutip dari Jerusalem Post, Jumat (7/8/2020).

Militer Israel menegaskan tidak akan menoleransi tindakan Hamas yang kerap menimbulkan teror bagi warga sipil Israel.

Pada Rabu (5/8/2020) malam waktu setempat, Hamas diduga sengaja menerbangkan balon-balon udara dari wilayah Gaza ke Israel. Balon-balon tersebut sudah diisi bahan peledak sebagai cara baru dalam melakukan serangan "tanpa tentara".

Balon yang membawa bahan peledak kiriman Hamas ke wilayah Israel (foto: Jerusalem Post)
Balon yang membawa bahan peledak kiriman Hamas ke wilayah Israel (foto: Jerusalem Post)

Balon-balon "tempur" itu memicu beberapa kebakaran semak di Israel selatan. Militer Israel juga menemukan alat peledak pada balon yang jatuh di dekat kota Arad.

"Israel tidak menerima pelanggaran kedaulatan dan kerugian bagi penduduk di selatan," ucap Menteri Pertahanan, Benny Gantz.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam serangan balon udara berpeledak itu, Israel meningkatkan kewaspadaan pada potensi serangan udara non-misil dari Hamas selanjutnya.

Militer Israel meyakini, balon-balon perang tersebut sebagai cara terbaru milisi Hamas melancarkan serangan tanpa khawatir terpantau sistem pertahanan antirudal Iron Dome.

"Jika organisasi teroris belum memahami, siapa pun yang menguji Israel akan sangat dirugikan dengan kejam," lanjutnya.

Editor : Arif Budiwinarto