Kunjungi Gedung Putih, PM Netanyahu Bawa Pakaian Kotor dari Israel untuk Dicuci secara Gratis

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 24 September 2020 - 14:34:00 WIB
Kunjungi Gedung Putih, PM Netanyahu Bawa Pakaian Kotor dari Israel untuk Dicuci secara Gratis
Presiden Donald Trump (kiri) bersama istri Melania berfoto bersama PM Israel Benjamin Netanyahu bersama istri, Sara, sebelum penandatanganan normalisasi hubungan dengan UEA dan Bahrain di Gedung Putih, Selasa (16/9). (foto: Times of Israel)

WASHINGTON, iNews.id - Kunjungan bersejarah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke Gedung Putih, Washington, meninggalkan cerita tak biasa. Dia disebut sengaja membawa baju kotor dari Israel agar mendapat layanan laundry gratis di Gedung Putih.

Laporan itu pertama kali dipublikasi media kenamaan Amerika Serikat, Washington Post, pada Rabu (23/9/2020), berselang sepekan setelah kunjungan PM Netanyahu beserta istrinya, Sara.

Pada Selasa (16/9/2020), PM Netanyahu berada di Amerika Serikat dalam rangka penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Momen bersejarah itu juga dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump.

Dalam laporannya, Washington Post mengonfirmasi sumber orang dalam di Blair House, wisma bagi tamu negara yang berada di lingkungan Gedung Putih. Saat tiba, PM Netanyahu membawa beberapa tas dan koper yang berisi pakaian kotor dari Israel.

Pakaian-pakaian itu, termasuk milik istrinya, kemudian dicuci dan diseterika memanfaatkan layanan laundry gratis yang diperuntukan bagi staf atau pejabat negara. Dari penuturan sumber, layanan spesial tersebut dibayar dari pajak rakyat Amerika Serikat.

Blair House memang menyediakan layanan laudry gratis bagi semua tamu, tetapi sumber mengatakan bahwa para pemimpin negara menggunakan fasilitas itu untuk alasan yang tepat. Umumnya, mereka meminta pakaian mereka dan anggota keluarga dicuci selama kunjungan.

"Keluarga PM Netanyahu menjadi satu-satunya yang membawa koper berisi pakaian kotor untuk dicuci," kata seorang sumber Gedung Putih.

"Setelah banyak perjalanan, jelas ini nampaknya memang sudah direncanakan," lanjutnya.

Laporan Washington Post tak jauh berbeda dari pernyataan yang pernah diungkapkan mantan asisten utama perdana menteri Israel yang menjadi saksi dalam persidangan korupsi Netanyahu.

Kantor Perdana Menteri Israel membantah laporan tersebut, menyebut isu tersebut sengaja didaur ulang untuk merusak pencapaian bersejarah Netanyahu.

"Ini merupakan fitnah anonim yang didaur ulang dari arsip media Israel yang bertujuan untuk menghapus perjanjian bersejarah yang dibawa oleh Perdana Menteri Netanyahu dan Donald Trump," demikian isi pernyataan resmi Kantor PM Israel dikutip dari Times of Israel, Kamis (24/9/2020).

Pernyataan senada juga disampaikan kedutaan Israel di Washington DC.

"Tuduhan tidak berdasar dan tidak masuk akal ini tujukan untuk meremehkan pencapaian monumental Perdana Menteri Netanyahu dalam KTT perdamaian bersejarah hari Selasa yang ditengahi oleh Presiden Trump di Gedung Putih," isi pernyataan Kedubes Israel.

Editor : Arif Budiwinarto