Mahkamah Agung India Putuskan Lahan Bekas Masjid Berusia 5 Abad Bisa Dibangun Kuil Hindu

Anton Suhartono ยท Minggu, 10 November 2019 - 16:13 WIB
Mahkamah Agung India Putuskan Lahan Bekas Masjid Berusia 5 Abad Bisa Dibangun Kuil Hindu

Petugas keamanan berjaga di Ayodhya terkait pengumuman putusan MA India (Foto: AFP)

AYODHYA, iNews.id -  Mahkamah Agung India pada Sabtu (9/11/2019) mengeluarkan putusan yang memenangkan gugatan komunitas Hindu atas lahan bekas berdirinya masjid berusia 5 abad di Kota Ayodhya.

Masjid Ayodhya menjadi simbol perjuangan umat Islam India yang berusaha mempertahankannya saat diserang kelompok Hindu pada 1992. Lebih dari 2.000 orang meninggal saat itu, kebanyakan umat Islam. Masjid megah tersebut akhirnya dirobohkan.

Umat Hindu beranggapan, lahan tempat berdirinya masjid dulunya merupakan kuil suci. Ayodhya dianggap umat Hindu sebagai tempat lahirnya dewa Rama.

Menjelang pengumuman Mahkamah Agung pada Sabtu, Kota Ayodhya sempat mencekam. Warga mengira akan terjadi bentrokan sebagaimana pada 1992. Banyak warga yang memborong makanan karena mengira akan pecah kerusuhan dalam waktu lama terkait protes yang dilakukan umat Islam untuk mempertahankan lahan tersebut.

Harga sayuran dan bahan pokok sempat meroket ketika pasukan keamanan mengambil alih kota berpenduduk 540.000 jiwa itu menjelang putusan. Namun kerusuhan yang dikhawatirkan tak terjadi.

“Ketika berita ini disampaikan pada Jumat malam bahwa Mahkamah Agung akan mengeluarkan putusan, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Semua orang bersiap jika ada kekerasan," kata Janaka Lal Gupta, seorang pria Hindu berusia 60 tahun yang bekerja sebagai penjual patung, dikutip dari AFP, Minggu (10/11/2019).

“Ini akhirnya selesai. Sekarang tidak akan ada lagi penjagaan keamanan atau malam-malam tanpa tidur," kata Gupta, menambahkan.

Setelah putusan ini umat Hindu bersuka ria. Rumah-rumah dan toko-toko dihiasi dengan lilin dan lampu minyak yang biasanya digunakan untuk festival Diwali.

"Saya tidak pernah berpikir akan melihat hari ini," kata Ram Pyari, seorang pria 80 tahun pemilik toko kosmetik.

"Saya ingat jam malam, kekerasan dan pertempuran selama bertahun-tahun di Ayodhya. Semoga masa depan akan berbeda," ujarnya, lagi.

Sementara itu komunitas muslim India sangat kecewa dengan putusan Mahkamah Agung. Namun mereka pasrah seraya mendesak pemerintah untuk mencari tempat pengganti untuk dibangun masjid baru.

“Semua penduduk Ayodhya cemas tentang putusan itu," kata Mohammad Saleem, seorang pedagang berusia 48 tahun.

Umat Islam di India semakin terpojok sejak negara itu dipimpin Perdana Menteri nasionalis Hindu Narendra Modi.

Modi mencoba mendamaikan suasana dengan mengatakan apa pun putusannya, bukan masalah kemenangan atau kerugian bagi pihak mana pun.

Ayodhya merupakan salah satu tempat ziarah paling suci bagi umat Hindu. Tak heran jika perekonomian di sana bergantung pada wisata religi.

Editor : Anton Suhartono