Malaysia Pertimbangkan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Medis

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 28 September 2018 - 14:14 WIB
Malaysia Pertimbangkan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Medis

Malaysia mulai mempertimbangkan untuk melegalkan ganja demi keperluan medis. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Pemerintah Malaysia mulai mempertimbangkan legalisasi ganja (marijuana) untuk pengobatan. Hal ini diakui oleh Menteri Sumber Daya Alam, Air dan Daratan, Xavier Jayakumar kepada Bloomberg.

Menurutnya, perdagangan ganja layaknya di negara barat turut dibahas secara singkat di dalam rapat kabinet pekan lalu.

"Ini sudah dilakukan di beberapa negara dan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat," kata Xavier, seperti dikutip dari Deutsche Welle, Jumat (28/9/2018).

Baca juga: Afrika Selatan Legalkan Konsumsi Ganja untuk Pribadi, Warga Suka Cita

"Jika ganja digunakan untuk keperluan medis, maka bisa digunakan. Bukan untuk keperluan sosial, tapi untuk kepentingan medis, ya, seharusnya diizinkan," tuturnya.

Isu legalisasi ganja menguat setelah seorang pria dijatuhi hukuman mati dengan dakwaan menjual narkoba. Padahal pria bernama Muhammad Lukman (29) itu tertangkap ketika sedang membagi-bagikan minyak marijuana untuk pasien kanker, seperti dilaporkan Channel News Asia.

Baca juga: Restoran di Maine AS Bius Lobster dengan Ganja, Alasannya Mulia

Namun menyusul kecaman publik, pemerintah sepakat mencabut tuntutan hukuman mati dalam kasus Lukman.

Dia dijerat UU 1952 tentang Obat-obatan Berbahaya yang memuat ancaman hukuman mati untuk setiap individu yang kedapatan memiliki ganja seberat 200 gram atau lebih. Saat ditangkap, Lukman memiliki 3,1 liter minyak marijuana, 279 gram ganja, dan 1,4 kg senyawa yang mengandung tetrahydrocon nabininol.

Menyusul kasus tersebut, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengumumkan akan segera mengkaji ulang UU Narkoba.

Baca juga: Victoria Bakal Jadi Ibu Kota Ganja Obat di Australia

"Dibutuhkan upaya besar buat meyakinkan publik tentang masalah ini," kata Xavier, kepada Bloomberg.

"Menurut saya pribadi, jika penggunaannya bernilai medis, maka peredaran ganja bisa dibatasi dan digunakan oleh Kementerian Kesehatan sebagai obat-obatan."

Malaysia bukan satu-satunya negara ASEAN yang sedang menggodok legalisasi ganja. Channel News Asia melaporkan, saat ini Kementerian Kesehatan di Thailand juga sudah mengimbau pemerintahan militer untuk mengizinkan studi terkait penggunaan ganja untuk keperluan medis.

Baca juga: Viral, Ibu Ini Beri Bayinya Rokok Ganja

Thailand ingin meniru langkah Kanada yang mengizinkan perdagangan ganja secara terbatas dan membantu terciptanya sektor industri baru yang bernilai milyaran dolar Amerika Serikat (AS).

Langkah serupa juga diambil Turki saat mengizinkan penggunaan ganja untuk pasien penyakit berat pada Oktober 2016 silam. Di sana pemerintah mengawasi produksi ganja secara ketat dan membatasi penyebaran kebun hanya di sejumlah provinsi saja.

Baca juga: Jual Kue dan Puding Isi Ganja di Acara Gereja, 2 Wanita AS Ditangkap

Setiap produsen harus mengurus perizinan setiap tiga tahun sekali.

Sejauh ini, ganja untuk keperluan medis sudah diizinkan di 21 negara di dunia, antara lain Filipina, Chile, Argentina, dan Puerto Rico.


Editor : Nathania Riris Michico