Pengadilan Hong Kong Putuskan Taipan Media Jimmy Lai Tak Bersalah

Antara ยท Kamis, 03 September 2020 - 21:36 WIB
Pengadilan Hong Kong Putuskan Taipan Media Jimmy Lai Tak Bersalah

Taipan media Hong Kong, Jimmy Lai. (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Pengadilan Hong Kong pada Kamis (3/9/2020) ini memutuskan taipan media dan aktivis prodemokrasi Jimmy Lai tidak bersalah dalam kasus dugaan intimidasi terhadap seorang reporter Oriental Daily News, tiga tahun lalu.

Lai, oposisi utama yang menentang Beijing, ditangkap bulan lalu oleh Kepolisian Hong Kong. Dia ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka sejumlah kasus pidana, beberapa di antaranya terkait Undang-Undang Keamanan Nasional yang diterapkan China di Hong Kong.

Reuters melansir, vonis pengadilan hari ini (3/9/2020) memutus kasus pidana yang terjadi pada 2017 dan tidak terkait dengan penangkapan Lai bulan lalu. Kasus tersebut yaitu, Lai sempat menggunakan kata-kata kasar saat berhadapan dengan seorang reporter dari Oriental Daily News, rival utama tabloid Apple Daily milik sang taipan. Namun, kepolisian baru menetapkan Lai sebagai tersangka untuk kasus itu pada Februari 2020.

Jimmy Lai, yang lahir di China daratan, berkukuh tidak bersalah atas dugaan intimidasi tersebut. Saat menghadiri persidangan lengkap dengan jas abu-abu dan kemeja hijau, hari ini, Lai tersenyum saat vonis dibacakan oleh hakim. Dia pun menjabat tangan beberapa pendukungnya yang memenuhi ruang sidang.

Sidang terkait kasus intimidasi itu dimulai setelah Lai ditangkap oleh polisi Hong Kong pada 10 Agustus lalu karena diduga bekerja sama dengan pasukan bersenjata asing. Lai pun jadi tokoh masyarakat paling berpengaruh di Hong Kong yang ditangkap kepolisian karena UU Keamanan Nasional.

Lai (71) kerap berkunjung ke Washington DC, menemui sejumlah pejabat Amerika Serikat, termasuk di antaranya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Kunjungan Lai ke AS bertujuan menggalang dukungan internasional untuk demokrasi di Hong Kong.

Namun, China justru menyebut Lai sebagai pengkhianat. Setelah Lai ditangkap pada Agustus, sekitar 200 polisi menggeledah kantor Apple Daily.

UU Keamanan Nasional akan memidanakan seluruh kegiatan yang dinilai China terkait aksi subversif, makar, teror, dan kolusi dengan angkatan bersenjata asing. Tersangka kena ancaman penjara maksimal seumur hidup.

Kelompok oposisi menyebut UU itu mengekang kebebasan. Sementara, pendukungnya berdalih beleid tersebut memulihkan kembali stabilitas di Hong Kong setelah adanya aksi protes anti-China tahun lalu.

Media Apple Daily milik Lai yang prodemokrasi Hong Kong telah lama bersaing dengan Oriental Daily, koran pro-Beijing, memperebutkan simpati pembaca di kota bekas jajahan Inggris itu. Oriental Daily pada 2014 menerbitkan obituari palsu untuk Lai, yang mengklaim dia telah wafat karena AIDS dan berbagai macam kanker.

Jaksa untuk kasus Lai menyebut taipan media itu telah mengintimidasi reporter Oriental Daily. Namun penasihat hukum Lai mengatakan kliennya telah dibuntuti oleh sejumlah reporter selama tiga tahun. Ucapan Lai terhadap awak media itu merupakan ekspresi kekesalan yang tidak memuat niat mengancam.

Lai akan menjalani sidang lainnya yang salah satunya terkait dugaan pengumpulan massa untuk aksi protes anti pemerintah tahun lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil