Pengiriman Vaksin Covid-19 ke Seluruh Dunia Butuh Paling Sedikit 8.000 Jumbo Jet

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 10 September 2020 - 13:31:00 WIB
Pengiriman Vaksin Covid-19 ke Seluruh Dunia Butuh Paling Sedikit 8.000 Jumbo Jet
Dibutuhkan setidaknya 8.000 pesawat jumbo jet Boeing 747 untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 ke seluruh dunia. (foto: Getty Image)

LOS ANGELES, iNews.id - Distribusi vaksin Covid-19 ke seluruh dunia akan menjadi 'tantangan besar' tersendiri bagi industri transportasi penerbangan. Diperkirakan pengiriman vaksin membutuhkan setidaknya 8.000 pesawat jumbo jet.

Vaksin diyakini menjadi harapan terakhir umat manusia untuk mengakhiri pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 27.4 juta orang dan merenggut nyawa lebih dari 900.000 jiwa sejak Januari lalu.

Sampai memasuki pekan kedua September, setidaknya ada 140 calon vaksin yang tengah dikembangkan oleh sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan China.

Mereka mengklaim pengujian vaksin bisa rampung dalam waktu dekat dan diharapkan paling lama awal tahun depan sudah bisa didistribusikan.

Rusia yang mengklaim vaksin Covid-19 'Sputnik V' milik mereka mampu menciptakan anti-bodi tanpa efek samping, sejauh ini belum secara resmi melepas ke pasaran produk vaksinnya.

Meskipun belum ada vaksin Covid-19 yang paten dalam waktu dekat, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) sudah mempersiapkan skema pendistribusian vaksin ke seluruh penjuru dunia jika nantinya otoritas menyatakan obat Covid-19 itu layak diinjeksi pada manusia dalam cakupan luas.

IATA mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan, bandara, WHO dan perusahaan obat dalam menyusun rencana pendistribusian melalui udara secara global.

Mereka memperkirakan proses pengangkutan vaksin Covid-19 ke seluruh dunia akan membutuhkan setidaknya 8.000 pesawat berbadan besar Boeing 747. Perkiraan tersebut mengasumsikan satu orang mendapat satu dosis vaksin Covid-19.

"Pengiriman vaksin Covid-19 dengan aman akan menjadi misi udara terbesar abad ini bagi industri kargo udara global," kata Kepala Eksekutif IATA, Alexandree de Juniac dikutip dari BBC, Kamis (10/9/2020).

"Tetapi itu tidak akan terjadi tanpa perencanaan yang cermat sebelumnya. Dan sekaranglah waktunya," lanjutnya.

Sejak pandemi Covid-19 dunia yang berdampak pada pembatasan perjalanan orang, banyak maskapai di dunia mengalihkan fokus bisnis mereka pada pengiriman kargo. Namun demikian, menurut IATA pengiriman vaksin jelas lebih kompleks ketimbang muatan kargo lainnya.

Sebab tidak semua pesawat cocok untuk mengirimkan vaksin karena membutuhkan kisaran suhu antara 2 sampai 8 derajat celcius sebagai prosedur tetap membawa obat. Bahkan, beberapa vaksin tertentu membutuhkan ruangan dengan suhu di bawah titik beku, hal ini tentu tidak dimiliki setiap pesawat.

"Kami tahu prosedurnya dengan baik. Yang perlu kami lakukan adalah meningkatkannya ke ukuran yang diperlukan," ujar Glyn Hughes, Kepala Industri Kargo.

Glyn mengatakan salah satu wilayah yang kemungkinan besar akan jadi cakupan utama pendistribusian vaksin Covid-19 menggunakan udara adalah negara-negara Asia. Pasalnya, pengembangan vaksin Covid-19 lebih banyak dilakukan negara-negara di barat.

IATA mendesak pemerintah tiap negara untuk memulai perencanaan yang cermat sejak sekarang untuk memastikan penduduk mereka sepenuhnya siap menerima vaksin setelah disetujui dan tersedia untuk distribusikan.

"Vaksin akan menjadi komoditas sangat berharga. Pengaturan pendistribusian harus dipastikan aman dari gangguan dan pencurian," tamba IATA.

Editor : Arif Budiwinarto