Perempuan Pembunuh Berdarah Dingin Dibebaskan dalam Kesepakatan Damai Afghanistan-Taliban
Dalam menjalankan operasi teror, Taliban jarang sekali memakai 'jasa' seorang perempuan sebagai eksekutor. Alasannya, kultur konservatif penduduk Afghanistan yang melarang perempuan beraktivitas di luar ruangan serta tampil dengan pakaian tertutup.
Diprotes Prancis dan Australia, Pembebasan Tahanan Taliban Malah Dapat Dukungan AS
Seringkali, perempuan yang melanggar aturan tersebut dituduh melakukan perzinaan yang berakibat hukuman fisik sampai eksekusi mati.
Dari lebih 5.000 tahanan Taliban yang dibebaskan atas kesepakatan pertukaran tahanan yang dibuat pemberontak dan pemerintah Afghanistan sebagai syarat pembicaraan damai lima diantaranya adalah perempuan.
Editor: Arif Budiwinarto