Profil Naftali Bennett, PM Israel Baru yang Getol Tolak Negara Palestina

Umaya Khusniah ยท Senin, 14 Juni 2021 - 07:09:00 WIB
Profil Naftali Bennett, PM Israel Baru yang Getol Tolak Negara Palestina
Naftali Bennett saat sidang di Knessett, Minggu (13/6/2021). (Foto: Reuters)

YERUSALEM, iNews.id - Naftali Bennett sah menjadi Perdana Menteri Israel yang baru menggantikan Benjamin Netanyahu. Dia memenangkan suara di Knesset, 60-59. 

Naftali Bennett merupakan pria 49 tahun yang juga mantan Menteri Pertahanan Israel. Dilansir dari Anadolu, selama 10 tahun terakhir, dia dikenal sebagai politisi sayap kanan garis keras. 

Bennet merupakan politikus Israel yang getol mendukung pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina. Dia juga kerap berpidato yang mengungkapkan rasa bencinya terhadap Palestina dan menolak adanya negara tersebut.

Video Viral
Beberapa waktu lalu, Bennett juga membuat kehebohan saat dia salah menyebut Rumah Sakit Internasional Shifa Islamabad sebagai Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza dalam sebuah video yang diunggah 20 Mei lalu. 

Munculnya video itu membuat banyak warga net termasuk pemerintah Pakistan geram. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Zahid Hafeez Chaudhri memprotes keras penggunaan foto rumah sakit negaranya dalam video tersebut, bahkan mengatakan jika Israel tengah frustasi.

Karier Politik
Bennett memulai karier politik pada tahun 2005 sebagai wakil pemimpin Likud Benjamin Netanyahu. Sejak itu, dia memegang banyak posisi, termasuk peran utama di Kementerian Pertahanan, ekonomi dan pendidikan. 

Pada tahun 2012, dia terpilih sebagai pemimpin Partai Rumah Yahudi. Dia lalu pindah untuk membentuk partai sayap kanan Yamina pada tahun 2020 dan mengambil bagian dalam koalisi yang dipimpin oleh Netanyahu. Partainya memenangkan tujuh kursi dalam pemilihan umum Maret lalu.

Pada 2013, dia menuai kontroversi karena mengatakan bahwa teroris Palestina harus dibunuh alih-alih dibebaskan. Dia juga mengklaim, Tepi Barat tidak berada di bawah pendudukan dan tidak ada negara Palestina.

Kehidupan Keluarga
Orang tua Bennett lahir di AS tetapi dia dibesarkan di Haifa, Israel Utara. Dia bergabung dengan unit pengintai elit tentara Israel, yang dikenal sebagai 'sayeret matkal'.

“Saya telah membunuh banyak orang Arab dalam hidup saya – dan tidak ada masalah dengan itu,” kata mantan komando Israel suatu ketika.

Bennett menjadi jutawan berkat perusahaan teknologi yang dia bangun dari nol. Dia juga selalu menarik pemilih sayap kanan di Israel selama karir politiknya.

Di bawah perjanjian koalisi antara Partai Naftali Yamina dan tujuh partai Israel lainnya, Bennett yang diwakili oleh tujuh anggota parlemen akan menjadi perdana menteri untuk dua tahun pertama, dengan Yair Lapid, dari partai tengah Yesh Atid. 

Editor : Umaya Khusniah