Ribuan Kasus Baru Covid-19 Terus Muncul di AS, Trump: Saya Benar-Benar Sangat Marah pada China!

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 07:52 WIB
Ribuan Kasus Baru Covid-19 Terus Muncul di AS, Trump: Saya Benar-Benar Sangat Marah pada China!

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Ribuan kasus baru Covid-19 terus bertambah tiap harinya di Amerika Serikat. Fakta ini membuat Presiden Donald Trump kembali menyindir keras China yang diklaim penyebab pandemi.

"Ketika saya menyaksikan pandemi (Covid-19) menyebarkan wajahnya yang terburuk ke seluruh dunia, termasuk kerusakan luar biasa yang terjadi di AS, saya menjadi semakin marah pada China. Orang bisa melihatnya, dan saya merasakannya!" demikian isi kicauan Donald Trump di akun @realDonaldTrump, Rabu (1/7/2020).

Kicauan tersebut diklaim sebagai bentuk kegeraman Trump di tengah tingginya infeksi Covid-19 di Amerika Serikat. Data per hari Selasa (30/6/2020) menunjukkan terdapat penambahan lebih dari 30.000 kasus baru Covid-19 di AS. Tercatat lebih dari 2,68 juta penduduk AS terinfeksi Covid-19 dengan angka kematian lebih dari 129.000.

Ini bukan kali pertama Trump mengeluarkan pernyataan yang menuding pandemi Covid-19 merupakan agenda rancangan China. Pada tanggal 6 Juni lalu, Trump menyebut Covid-19 merupakan "hadiah yang sangat buruk" bagi AS dari Beijing.

"Bergaul dengan China akan menjadi hal yang baik. Saya tidak tahu apakah itu akan terjadi. Saya pikir mereka ingin bergaul dengan kami," kata Trump dikutip dari AFP.

"Saya kira saya melihat kesepakatan perdagangan sedikit berbeda dari yang saya lakukan tiga bulan lalu."

"Bagaimana (Covid-19) bisa keluar, ke Eropa, ke dunia, ke Amerika Serikat. Mereka bisa menghentikannya dengan dingin di China tapi tidak dengan di dunia," lanjutnya.

Pandemi Covid-19 sejak Januari lalu membuat hubungan AS dan China semakin memanas. Trump telah mengancam akan memberikan sanksi kepada China dan mencabut status perdagangan khusus AS dengan Hong Kong karena masalah ini.

China merupakan epicentrum pertama Covid-19 pada medio Desember 2019. Virus yang muncul di pasar hewan Wuhan kemudian menginfeksi lebih dari 300.000 penduduk di seluruh China dengan tingkat kematian tembus angka 2.000.

Negeri Tirai Bambu kini menghadapi ancaman gelombang kedua Covid-19 setelah muncul 650 kasus baru di Beijing. Ini merupakan angka infeksi tertinggi setelah China tanpa kasus baru selama lebih dari 50 hari.

Editor : Arif Budiwinarto