Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas 50 Hilang
Semikin menjelaskan, orang-orang tersebut berada di ruang bawah tanah yang strukturnya telah diperkuat.
Lokasi tersebut dibangun baru-baru ini dengan pendanaan dari Uni Eropa. Desainnya dibuat untuk menahan serangan besar. Meski demikian, kekuatan dahsyat dari bom-bom tersebut menyebabkan struktur beton runtuh hingga memicu kebakaran.
Tempat perlindungan tersebut dibangun tahun lalu sebagai upaya untuk tetap menjalankan kegiatan belajar-mengajar di masa perang. Namun, banyak warga sipil mengungsi seiring semakin gencarnya pertempuran ke wilayah tersebut. Oleh karena itu, bangunan tersebut tidak lagi digunakan sebagai sekolah. Sebaliknya, otoritas setempat memanfaatkannya sebagai pusat administrasi dan bantuan kemanusiaan.
Serangan terbaru Rusia ini terjadi di tengah upaya terbaru untuk mendorong negosiasi yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Utusan AS Steve Witkoff baru-baru ini bertemu dengan Zelensky di Norwegia guna membuka peluang pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Editor: Anton Suhartono