Sejarah Konflik China-Taiwan, Bermula dari Perang Saudara Tewaskan 9 Juta Orang

Ajeng Wirachmi · Kamis, 04 Agustus 2022 - 14:42:00 WIB
Sejarah Konflik China-Taiwan, Bermula dari Perang Saudara Tewaskan 9 Juta Orang
Sejarah konflik China dan Taiwan bermula dari perang saudara pada 1945-an (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Sejarah besar dan kelam pernah menyelimuti China pada 1945. Negara tersebut mengalami perang saudara lantaran perebutan kekuasaan antara kelompok nasionalis Kuomintang, yang berada di bawah kendali Chiang Kai Shek, melawan komunis pimpinan Mao Zedong. Perang saudara yang dimenangkan kubu komunis tersebut merenggut sekitar 9 juta nyawa. 

Usai kemenangan pada 1949, Mao Zedong menjadi pemimpin di China Daratan. Dia mendeklarasikan berdirinya Republik Rakyat China (People’s Republic of China), menggantikan pemerintahan Republik China yang telah ada lebih dulu. 

Sementara itu, kubu Kuomintang melarikan diri ke Taiwan. Situs resmi pemerintah Taiwan mengungkap, sekitar 1,2 juta orang pindah dari daratan China ke Taiwan pada 1949. Pemerintahan Republik China (Republic of China/ROC) pun turut pindah ke wilayah itu. Darurat militer juga diumumkan oleh Taiwan dan berlangsung hingga 1987.

Banyak pihak menyebut era kepemimpinan Mao adalah masa-masa paling kelam di Negeri Tirai Bambu. Melihat China jatuh ke tangan komunis, Amerika Serikat (AS) tak tinggal diam dan berupaya membantu Taiwan. 

Taiwan memilih untuk beralih ke jalur kanan, mengikuti AS serta memperkuat sistem demokrasi. Perpecahan inilah yang masih berlangsung sampai saat ini dan Taiwan menganggap wilayahnya bukan bagian dari China lagi.

Melansir jurnal “Kajian Historis atas Kompleksitas Isu Taiwan dalam Hubungan China dan Amerika Serikat” (2014), China dan Taiwan mempunyai kedekatan geografis lantaran hanya dipisahkan Selat Taiwan. Sementara itu, Taiwan jelas terimpit oleh dua kekuatan besar, yakni AS dan China. 

Bagi China, Taiwan tak ubahnya seperti pulau yang hilang karena berbagai ketegangan dan peperangan yang pernah terjadi di masa lalu. Keyakinan serupa muncul dari para pemimpin China yang menganggap negaranya akan sangat makmur jika Taiwan kembali ke pangkuan. 

Oleh karena itu, unifikasi Taiwan-China adalah mimpi besar yang terus berusaha dicapai. 

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda