Setelah Prancis, Demo Pelajar SMA Menjalar ke Belgia: Ratusan Remaja Ditangkap
Video yang beredar di media sosial menunjukkan pecahan kaca, kebakaran, dan ratusan demonstran, sebagian besar anak muda, di Liege. Rekaman lain menunjukkan polisi memblokir jalan.
Polisi juga terlihat menggeledah pelajar untuk mencari senjata.
Beberapa demonstran mengatakan mereka menjalin hubungan dengan rekan-rekan di Prancis.
“Kami saling mendukung karena menghadapi masalah yang hampir sama,” kata Alfred, seorang mahasiswa 19 tahun.
Amelia Di Salve, demonstran berusia 19 tahun, mengatakan gerakan di Belgia dimulai pada awal tahun ini dan kembali berkobar setelah demonstrasi di Prancis.
“Begitu melihat tidak ada yang berubah tanpa demonstrasi, kami memutuskan untuk memulai. Prancis cukup memengaruhi kami,” katanya.
Wali Kota Liege, Willy Demeyer, mengatakan kepada stasiun televisi RTBF, dia berharap ketenangan dan dialog bisa terjalin. Kaum muda juga bisa menyampaikan keluhan mereka dengan cara damai.
Ibu Kota Brussel juga diguncang demonstrasi diwarnai bentrokan dengan polisi pada Juni. Saat itu massa mahasiswa mendesak pemerintah melakukan reformasi pendidikan setelah menaikkan biaya kuliah di komunitas berbahasa Prancis yakni menjadi 1.194 dari 835 euro.
Editor: Anton Suhartono