Situs Manusia Purba Berusia 350.000 Tahun Ditemukan di Gurun Pasir Arab Saudi
CEO Komisi Warisan Budaya Arab Saudi, Jasir Al-Harbash mengatakan, banyak situs prasejarah yang telah ditemukan dan sedang dipelajari di negara itu. Namun, penemuan di Gurun Nefud kali ini menurut dia sangatlah penting.
“Karena itu adalah situs tertua dari periode Acheulean di Arab Saudi,” tuturnya kepada Arab News.
Survei oleh Green Arabian Project (GAP) dalam 10 tahun terakhir telah mengonfirmasi bahwa Jazirah Arab mengalami perubahan iklim selama era Pleistosen yang menghasilkan kondisi basah. Hal tersebut memengaruhi pergerakan dan persebaran manusia di dalam dan antarbenua pada masa itu.
Pengaruh itu terutama terjadi pada masyarakat Acheulean, yang tampaknya lebih terikat pada sumber-sumber air daripada yang lain.
Perkakas batu yang ditemukan di situs an-Nasim mungkin menunjukkan aktivitas manusia yang cukup dinamis di Semenanjung Arabia pada era Pleistosen Tengah. Pada masa itu, Jazirah Arab mengalami fase iklim yang lebih basah dan ditumbuhi beragam flora, sehingga disebut juga sebagai zaman “Arab Hijau”.