Sudan Bersedia Normalisasi Hubungan dengan Israel dengan Sejumlah Syarat, Termasuk Bantuan Dana

Arif Budiwinarto ยท Senin, 28 September 2020 - 15:27:00 WIB
Sudan Bersedia Normalisasi Hubungan dengan Israel dengan Sejumlah Syarat, Termasuk Bantuan Dana
Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo dan Jenderal Sudan, Abdel-Fattah Burhan, dalam pertemuan di Khartoum, Sudan, pada 25 Agustus 2020. (foto: AP)

ABU DHABI, iNews.id - Pemerintah Sudan membuka pintu untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, sebelum hal tersebut terealisasi Sudan mengajukan syarat yang harus dipenuhi oleh Amerika Serikat.

Amerika Serikat berhasil memfasilitasi perbaikan hubungan diplomatik sekutunya, Israel, dengan dua negara di kawasan Arab yakni Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain pada Agustus dan September ini.

Keberhasilan itu membuat Presiden AS, Donald Trump optimistis akan lebih banyak lagi negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

New York Times melaporkan, perwakilan pemerintah Sudan, Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan telah mengadakan pembicaraan dengan pejabat Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA) mengenai rencana normalisasi hubungan dengan Israel.

Dalam pembicaraan yang berlangsung pada Minggu (27/9/2020), AS dan sekutunya menawarkan bantuan dan investasi sebesar 800 juta dolar AS sebagai bagian dari pertukaran kesepakatan dengan Israel. Jumlah tersebut sebagian besar akan dibayar oleh AS dan UEA, sedangkan Israel menambahi 10 juta dolar AS.

Namun, tawaran awal itu ditolak oleh Sudan. Mereka mengajukan nilai yang lebih tinggi yakni sebesar 3-4 miliar dolar AS sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi hubungan.

Selain itu, Sudan juga meminta dihapuskan dari daftar negara teroris. Laporan di Washington menyebut pemerintah AS bersedia memenuhi permintaan itu. Pelabelan Sudan sebagai negara teroris menyebabkan mereka kesulitan menerima bantuan asing yang berdampak pada krisis keuangan, demikian dikutip dari Times of Israel, Senin (28/9/2020).

Pejabat AS memandang Sudan sebagai kandidat paling ideal mengikuti jejak UEA dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel, namun persyaratan paket bantuan itu muncul sebagai batu sandungan dalam pembicaraan.

Sebelumnya, situs berita The Walla mempublikasikan sebuah laporan yang berisi permintaan Sudan pada Amerika Serikat dalam upaya menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi. Khartoum meminta AS mengirim paket bantuan berupa minyak dan gandung senilai 1,2 miliar dolar AS untuk mengatasi kelaparan.

Kemudian, kesepakatan bantuan 2 miliar dolar AS sebagai stimulus keluar dari krisis ekonomi, serta komitmen dukungan ekonomi dari AS dan UEA selama tiga tahun ke depan.

Pejabat Israel sudah lama mengutarakan harapan mereka menjalin hubungan diplomatik dengan Sudan, dengan alasan pentingnya wilayah tersebut serta lokasi geografisnya.

Editor : Arif Budiwinarto