Wabah Virus Corona di Beijing Terkendali, tapi Lockdown Belum Akan Dicabut

Anton Suhartono ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 07:23 WIB
Wabah Virus Corona di Beijing Terkendali, tapi Lockdown Belum Akan Dicabut

Wabah baru virus corona di Beijing berhasil dikendalikan (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Wabah baru virus corona yang menerjang Beijing, China, berhasil dikendalikan. Ibu kota negara itu kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir terkait cluster pasar induk Xinfadi.

Beijing mengonfirmasi 256 kasus baru virus corona sejak awal Juni, sebagian besar melibatkan cluster Xinfadi.

Beberapa langkah pencegahan dilakukan, di antaranya dengan memberlakukan kembali lockdown di beberapa daerah Beijing serta melakukan tes virus corona massal terhadap jutaan warga.

Meski demikian Pemerintah Kota Beijing menegaskan, Xinfadi bukan satu-satunya cluster penularan Covid-19, melainkan masih ada beberapa meskipun jumlah korban tak sebanyak terkait dengan pasar. Oleh karena itu, langkah pencegahan akan terus dilakukan untuk memutus mata rantai.

"Wabah di Beijing yang secara langsung terkait dengan Xinfadi pada dasarnya sudah dikendalikan, namun pada saat yang sama kami menemukan infeksi cluster rumah tangga, tempat kerja, dan kasus-kasus penularan di masyarakat," kata Juru Bicara Pemerintah Kota Beijing, Xu Hejian, dikutip dari AFP, Kamis (25/6/2020).

"Situasi pencegahan dan pengendalian tetap rumit, kami belum bisa melakukan pelonggaran sedikit pun,” ujarnya, melanjutkan.

Pemerintah menyebutkan, 253 dari 256 kasus baru virus corona di Beijing terkait dengan Xinfadi, namun pelacakan untuk tiga lainnya masih berlangsung.

Beijing mengonfirmasi tujuh kasus baru pada Rabu (24/6/2020), mesipun tingkat infeksi melambat sejak awal pekan ini.

"Ini memberikan sinyal sangat positif, membuktikan bahwa tindakan pencegahan dan pengendalian akhir-akhir ini, serta lockdown di lingkungan berjalan efektif," kata Lei Haichao, kepala Komisi Kesehatan Beijing.

Otoritas Beijing sudah melakukan tes asam nukleat terhadap hampir 3 juta warganya.

Editor : Anton Suhartono