Warga Hong Kong Dilanda Kepanikan Virus Korona, Borong Makanan di Supermarket

Anton Suhartono ยท Senin, 03 Februari 2020 - 13:15 WIB
Warga Hong Kong Dilanda Kepanikan Virus Korona, Borong Makanan di Supermarket

Warga Hong Kong memborong bahan makanan di supermarket karena panik virus korona (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Warga Hong Kong dilanda kepanikan akibat wabah virus korona baru yang melanda China. Sejauh ini 11 orang dinyatakan positif terpapar virus korona di Hong Kong.

Kota semiotonomi China itu pernah dilanda wabah sindrom pernapasan akut SARS pada 2003 yang menewaskan hampir 300 orang. Tampaknya warga masih trauma dengan pengalaman buruk di masa lalu.

Supermarket-supermarket di Hong Kong diserbu warga yang memborong makanan dan kebutuhan pokok lainnya, seperti beras, daging, produk pembersih.

Di supermarket besar Distrik Wan Chai, gerai-gerai yang menjual daging beku dan sea food kosong sejak Jumat (31/1/2020). Stok sayuran segar juga berkurang.

"Semua orang benar-benar khawatir. Saya pikir semua orang takut dengan apa yang akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Harga juga akan naik," kata Cindy, seorang warga.

Umumnya warga Hong Kong khawatir toko-toko dan supermarket akan kehabisan stok makanan dan produk pembersih terkait potensi penutupan perbatasan dengan China. Pasalnya sekitar 90 persen pasokan bahan makanan di Hong Kong diimpor dan sebagian besar berasal dari China daratan.

Pada akhir pekan, ratusan warga Hong Kong antre berjam-jam untuk membeli masker serta produk penambah kekebalan tubuh seperti vitamin C.

Seorang warga mengatakan, perburuan makanan di supermarket-supermarket belum pernah terjadi sebelumnya di kota berpenduduk 7,4 juta jiwa itu.

Dia menggambarkan kondisi ini jauh lebih buruk saat kepanikan wabah SARS pada 2003.

Virus korona yang berpusat di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei sejauh ini telah menewaskan 361 orang di China.

Sejauh ini Pemerintah Hong Kong hanya menutup sebagian pintu perbatasan dengan China, memungkinkan penduduk dari daratan menyeberang ke Hong Kong, demikian pula sebaliknya.

Pada Senin, ratusan pekerja medis Hong Kong melakukan aksi mogok kerja menuntut kepada pemerintah untuk menutup seluruh perbatasan. Mereka beralasan sumber daya, peralatan medis, dan ruang isolasi yang ada di Hong Kong saat ini tak akan mampu menangani virus korona jika wilayah itu mengalami wabah.

Editor : Anton Suhartono