39 Anggota John Kei Diamankan, 8 Masih Buron

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 29 Juni 2020 - 16:23 WIB
39 Anggota John Kei Diamankan, 8 Masih Buron

John Kei mengikuti rekonstruksi perusakan rumah Nus Kei di Tangerang. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 39 anggota kelompok John Kei telah diamankan Polda Metro Jaya terkait kasus perusakan dan pembunuhan berencana kepada kelompok Nus Kei. Saat ini polisi masih memburu delapan tersangka lainnya yang masih bebas berkeliaran.

"Setelah pengembangan sampai saat ini ada 39 yang kami amankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/6/2029).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya masih memburu tersangka-tersangka lainnya dalam kasus ini. Masih ada delapan anggota John Kei yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan dalam pengejaran kepolisian.

"Ada 39 tersangka yang sudah kami tahan dan sekurang-kurangnya ada delapan DPO lagi yang masih dikejar tim di lapangan," ucap Calvijn.

Calvijn menyebut jumlah DPO masih bisa bertambah lagi tergantung keterangan dari para tersangka. Dia memperkirakan total ada 47 tersangka yang ikut dalam serangkaian aksi John Kei.

"Berdasarkan tersangka-tersangka baru yang kita dapat, sekurang-kurangnya ada 47. Ini bisa berkembang terus tersangkanya," kata Calvijn.

Seperti diketahui, John Kei dan 38 anak buahnya ditangkap jajaran Polda Metro Jaya diberbagai wilayah. Dari 39 tersangka, empat di antaranya menyerahkan diri ke kantor polisi.

Penangkapan John Kei beserta kawanannya itu dilakukan polisi setelah mereka melakukan aksi premanisme. Komplotan John Kei melakukan aksi premanisme dengan cara melakukan perusakan rumah Nus Kei di Tangerang diduga berawal dari masalah sengketa tanah di Ambon.

Tidak sampai di situ, anak buah John Kei juga menyerang kelompok Nus Kei berinisial ER dengan cara membacok berulang kali hingga tewas. Selain itu, ada satu korban berinisial AR yang mengalami putus jari tangan akibat sabetan senjata tajam.

Editor : Rizal Bomantama