Cerita Warga Jadi Korban Perusakan di Ciracas: Mobil dan HP Dirusak

Riezky Maulana ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 17:03:00 WIB
Cerita Warga Jadi Korban Perusakan di Ciracas: Mobil dan HP Dirusak
Mobil yang Dirusak di Ciracas (foto: iNews/ Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Insiden penyerangan dan perusakan terhadap Polsek Ciracas, Jakarta Timur terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2020 pukul 01.45 WIB. Sebagian orang yang diduga oknum anggota TNI itu turut merusak beberapa fasilitas umum yang ada di sekitar wilayah Ciracas.

Salah satu korban, Rabib (27) bercerita saat kendaraannya turut dirusak oleh segerombolan massa tersebut. Awalnya, dia hendak pulang ke kediamannya di berada di Depok, namun saat berada di sekitar pool Bus Mayasari Bakti, Jalan Raya, Jakarta Timur, mobilnya dan tiga mobil di depannya dihadang oleh beberapa orang berbadan tegap.

"Saya mau pulang dari arah Jakarta. Rumah di depok. Pas banget depan Pool Mayasari saya kena, ya saya diadang, mobil depan saya diadang, 3 mobil depan saya. Kemudian, di belakang saya pas mau mutar balik ada bis morena, saya ingat banget, udah enggak bisa kemana-mana," kata Rabib kepada wartawan di kawasan Kramat Jati Jakarta Timur, Senin (31/8/2020).

Saat kejadian, di dalam mobil yang ditumpanginya berisi tiga orang. Berdasarkan kesaksiannya, mobilnya turut diserang dan dirusak menggunakan berbagai macam senjata, mulai dari benda tumpul hingga diduga senjatai api jenis pistol.

"Dirusak pakai linggis atau besi panjang pokoknya, benda tumpul, banyak gitu. Saya juga diancam pakai pistol. Kerugiannya si mobil saya. Sama teman saya handphonenya dirampas, dirusakin gitu," katanya.

Atas kejadian itu, mobil Rabib berjenis Toyota Yaris berwarna silver mengalami rusak berat. Terlihat bagian kaca depan, belakang, serta beberapa bagian mobil depan penyok.

"Kaca depan, kaca belakang, spion kanan kiri. Sama penyok dihantam semua sekujur body," katanya.

Di kesempatan yang sama, Rustiyadi (30) seorang padagang pisang tanduk di sekitar Jalan Arundina, Ciracas turut menjadi korban. Gerobak dagangannya dirusak, namun saat kejadian dia tidak berada di lokasi, lantaran sedang menemani istrinya yang melahirkan.

"Saat kejadian itu kebetulan saya tidak ada di lokasi karena posisinya sedang pulang kampung saya. Istri saya melahirkan," tuturnya.

"Saya pedagang pisang goreng tanduk. Iya digerobak. Gerobak saya kebetulan di Arundina, di samping Indomaret. Katanya itu di sana titik kumpul pertamanya. Jadi pertama rusak ya gerobak saya itu," ucapnya.

Menurutnya, tak dia yang menjadi korban dari pengerusakan tersebut, para pedagang di sekitar lokasi pun juga. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp1,5 juta.

"Di sekitar situ gerobak hampir kena semua. Termasuk warung padang ada yang kena juga. Kerugian yang ditaksir Rp1.5 juta," katanya.

Sebelumnya, Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI AD Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman mengatakan, penyerangan Polsek Ciracas dipicu provokasi Prada MI kepada rekan seangkatannya 2017. Prada MI mengaku kepada rekan seangkatan dan seniornya dikeroyok

"Dari telepon genggam Prada MI ditemukan yang bersangkutan menginformasikan ke angkatan 2017 mengaku dikeroyok, ditelepon seniornya bilang dikeroyok," ujarnya dalam konferensi pers di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Sabtu.

Namun belakangan diketahui apa yang disampaikan Prada MI bohong. Menurut Dudung, kepastian itu didapat usai pernyataan Prada MI dicocokkan dengan sembilan saksi dari warga sipil.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: