Ini Protokol Lengkap Masa Transisi PSBB Jakarta, dari Masjid hingga Mal

Felldy Utama, Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 19:09 WIB
Ini Protokol Lengkap Masa Transisi PSBB Jakarta, dari Masjid hingga Mal

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: iNews.id).

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Kendati demikian Juni ini dinyatakan sebagai masa transisi menuju kehidupan yang aman, sehat dan produktif dari Covid-19.

Anies menuturkan, penyebaran Covid-19 di Jakarta mulai terkendali. Berdasarkan angka penularan atau effective reproduction number (Rt), pada Rabu (3/6/2020) kemarin sudah di angka 0,99. Angka ini menunjukkan sudah tidak ada penularan atau penularan telah terkendali.

“Kami di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang dan menetapkan Juni ini sebagai masa transisi,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Anies menuturkan, Jakarta melakukan masa transisi menuju kota yang aman, sehat, dan bebas dari Covid-19. Selain itu, mayarakatnya bisa berkegiatan sosial dan ekonomi.

Terkait hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk membuka kembali sejumlah tempat yang ditutup pada masa PSBB sebelumnya. Namun pembukaan kembali tempat-tempat ini harus diikuti dengan protokol ketat.

Berikut protokol lengkap di masa transisi Jakarta:

Rumah Ibadah
- Jumlah peserta ibadah maksimal 50% dari kapasitas.
- Menerapkan jarak aman (1 meter) antarorang.
- Mencuci tempat kegiatan dengan disinfektan sebelum dan setelah kegiatan.
- Setelah tempat ibadah dipakai untuk kegiatan rutin, ditutup kembali

Bagi Masjid/Musala:
- Tidak menggunakan karpet/ permadani, setiap jamaah harus membawa sendiri sajadah/alat salat.
- Penitipan alas kaki ditiadakan, setiap jamaah harus membawa sendiri kantong/tas dan membawa masuk alas kakinya masing-masing.

Jasa Usaha Makanan & Minuman
(restoran, rumah makan, coffee shop)
- Jumlah pengunjung/tamu/pengguna/karyawan maksimal 50% dari kapasitas.
- Penyajian makanan a la carte (dilarang prasmanan).
- Mendorong pembayaran secara cashless.
- Catatan: penyajian a la RM Padang (mini-prasmanan) diubah menjadi non-prasmanan.

Pasar Rakyat
- Jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas.
- Penyediaan sarana dan prasarana pendukung pencegahan penyebaran Covid-19.
- Mendorong transaksi dilakukan dengan cashless.
- Jam operasional mulai dari pukul 06.00-14.00.
- Pengaturan pintu masuk dan pintu keluar yang berbeda.

Taman Rekreasi dan Kebun Binatang
- Jumlah pengunjung/tamu maksimal 50% dari kapasitas.
- Tidak diperbolehkan bagi anak-anak dan ibu hamil.

Prasarana Olahraga Outdoor (GOR, Stadion, dll).
- Jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas olahraga.
- Tidak mengadakan kegiatan yang mendatangkan penonton

Klinik Kecantikan
- Jumlah pengunjung/tamu maksimal 50% dari Kapasitas
- Wajib menggunakan masker bagi tamu dan pegawai klinik dan sarung tangan bagi pegawai klinik
- Wajib melakukan penyemprotan disinfektan seluruh peralatan setelah dipakai satu (1) tamu.

Fasilitas olahraga outdoor, Taman & RPTRA:
- Jumlah pengunjung/tamu maksimal 50% dari kapasitas
- Pengunjung/tamu hanya diperuntukkan bagi warga setempat.
- Tidak diperbolehkan bagi anak usia 0-9 tahun, ibu hamil, dan lansia.
- Tidak berkerumun lebih dari 5 orang

Perindustrian
- Jumlah karyawan maksimal 50% dari kapasitas.
- Wajib memiliki klinik/RS rujukan.

Museum
- Jumlah pengunjung/tamu maksimal 50% dari kapasitas.
- Dibuka selama jam normal.

Kendaraan pribadi
- Diisi dengan maksimal 50% kapasitas.
- Bagi penumpang-pengemudi yang memiliki KTP dengan alamat sama (1 KK) dapat diisi 100% kapasitas.

Kendaraan Umum
- Diisi dengan maksimal 50% kapasitas.
- Antrean penumpang harus berjarak 1 meter antar orang.
- Melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin.
- Persentase layanan angkutan umum menyesuaikan aktivitas utama.

Pusat Perbelanjaan, Retail, dan Pertokoan
- Jumlah pengunjung/tamu maksimal 50% dari kapasitas.
- Dilakukan pengukuran suhu sebelum memasuki pusat perbelanjaan, retail, dan pertokoan.
- Tenant yang boleh dibuka harus selaras dengan sektor yang boleh dibuka pada fase I.

Editor : Zen Teguh