Penjelasan Polisi Atas Pengakuan Demonstran Luthfi Disetrum agar Mengakui Lempar Batu ke Petugas

Antara ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 22:22:00 WIB
Penjelasan Polisi Atas Pengakuan Demonstran Luthfi Disetrum agar Mengakui Lempar Batu ke Petugas
Demonstran pembawa bendera Merah Putih, Luthfi Alfiandi. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Polisi menepis tuduhan menyiksa demonstran pembawa bendera Merah Putih, Luthfi Alfiandi. Polisi tidak menyetrum Luthfi saat dimintai keterangan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat Komisaris Polisi Teuku Arsya mengatakan, tidak pernah memaksa Luthfi untuk mengaku melempari polisi saat demonstrasi pelajar STM di sekitar Gedung DPR, Jakarta.

"Enggak mungkin, kita kan polisi modern. Dia (Luthfi) mengaku karena setelah itu ditunjukan ada rekaman video dia di lokasi. Dia lempar batu, itulah petunjuk kenapa dia diamankan," ujar Arsya saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dia menilai, keterangan Luthfi tidak ada perubahan saat berita acara pemeriksaan di Polres Jakbar dan saat dilimpahkan kasusnya ke Polres Jakarta Pusat.

BACA JUGA:

Luthfi Alfiandi Demonstran Pembawa Bendera Merah Putih Didakwa 3 Pasal Alternatif

Korban Demo Rusuh di DPR Akbar Almasyah Meninggal Dunia di RSPAD

Menurutnya, wajar jika Luthfi mengaku disiksa oleh polisi dengan cara disetrum saat menghadiri persidangan. Apalagi, setelah mendapatkan masukan dari orang tertentu dan kuasa hukumnya.

"Tinggal nanti hakim kan bisa menilai alat bukti lainnya, dari saksi penangkap, dari bukti petunjuk, enggak harus keterangan tersangka. Dia kan memang punya hak mau bicara apa aja boleh-boleh aja," ucapnya.

Luthfi ketika menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020) mengungkapkan sempat disiksa oleh oknum polisi saat dimintai keterangan. Lutfi mengatakan, dipaksa mengaku melempari polisi yang berjaga saat demonstrasi di sekitar Gedung DPR dengan cara disetrum.

Lutfhfi didakwa tiga pasal alternatif oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pertama, dijerat Pasal 212 jo 214 ayat (1) KUHP karena dinilai melakukan kekerasan terhadap pejabat pemerintah yang bertugas secara sah (polisi) yang pengamanan aksi yang diikuti oleh Luthfi. Kedua, dijerat Pasal 170 ayat (1) KUHP terkait penggunaan kekerasan terhadap satu orang atau barang. Ketiga dijerat Pasal 218 KUHP karena tetap berkerumun saat sudah diperingati oleh polisi yang bertugas.

Editor : Kurnia Illahi

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda