Polisi: Pegawai Kafe yang Intip Bagian Sensitif Pelanggan Suka dengan Korban

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 14:59 WIB
Polisi: Pegawai Kafe yang Intip Bagian Sensitif Pelanggan Suka dengan Korban

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. (Foto: iNews.id/Irfan Ma`ruf)

JAKARTA, iNews.id - Polisi mengungkap salah satu pengakuan dari oknum pegawai Starbucks yang mengintip bagian sensitif perempuan menggunakan kamera CCTV. Dari pemeriksaan sementara terungkap terduga pelaku sudah mengenal dan senang dengan korban.

"Keterangan awal memang dia juga mengenal korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (3/7/2020).

Polisi, menurut dia, masih mendalami keterangan dari dua oknum pegawai tersebut. Dia juga menyebut ada salah satu oknum pegawai yang memang senang terhadap korban.

"Ini dia kenal kemudian dia zoom bahkan salah seorang dari kedua ini memang senang kepada korban tersebut," ujar Yusri.

Oknum pegawai tersebut, dia mengungkapkan, bahkan sudah memiliki nomor telepon korban. Polisi juga sudah mendapat identitas korban dari oknum pegawai tersebut.

"Dia mengenal, dia tahu, dia tahu korban makanya kami dapat nomor handphone kedua orang tersebut," kata Yusri.

Seperti diketahui oknum salah satu pegawai pegawai kafe mengunggah video di Insta Story dan viral di lini masa. Video itu menampilkan dua oknum pegawai mengintip payudara pengunjung melalui kamera CCTV.

Diduga peristiwa terjadi di salah satu gerai Starbucks yang berada di wilayah Jakarta Utara. Dikonfirmasi terpisah, Senior GM PR and Communications PT Sari Coffee Indonesia Andrea Siahaan menyesalkan ada pegawainya melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.

Pihak manajemen akan menyikapi kejadian tersebut dengan serius agar tidak terulang lagi. "Perilaku tersebut di luar norma-norma yang sangat kami junjung, di mana kami menerapkan standar yang tinggi agar setiap pelanggan di seluruh gerai merasa nyaman dan aman," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (3/7/2020).

Perusahaan telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan karyawan yang melakukan tindakan tidak senonoh tersebut. "Kami memastikan bahwa individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia," ujar Andrea.

Editor : Djibril Muhammad