“Contoh saja misalnya di Maluku dan di Papua, ada sekitar 15.000 satuan pendidikan yang belum terlayani. Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas, ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Korban Keracunan MBG di Pati Melonjak jadi 230 Siswa, 3 Rumah Sakit Overload!
Untuk menunjang perluasan program, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah prioritas. Pembangunan dan pembukaan SPPG dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan serta kesiapan setiap daerah.
“Kami akan segera membuka SPPG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, di tempat-tempat prioritas tadi secara bertahap dan terukur,” kata Sudaryono.
Sudaryono menegaskan perluasan layanan MBG harus tetap disertai pengelolaan program yang aman, efisien, dan tepat sasaran. Kesiapan di lapangan menjadi salah satu pertimbangan dalam pembukaan dapur SPPG.
“Sehingga implementasi dari pembukaan dapur SPPG nanti itu bisa berjalan dengan aman dan tentu saja efisien serta tepat sasaran sebagaimana yang kita inginkan,” pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin