Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Contoh Teks Pranatacara Tahlilan Bahasa Indonesia, Singkat Mudah Dihafal!
Advertisement . Scroll to see content

9 Contoh Cerita Fiksi Berbagai Tema Menarik, Lengkap dengan Ciri dan Unsurnya

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 14:14:00 WIB
9 Contoh Cerita Fiksi Berbagai Tema Menarik, Lengkap dengan Ciri dan Unsurnya
Contoh cerita fiksi (Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

  • 6. Contoh cerita fiksi 6

Hang Tuah Ksatria Melayu

Pada masa lalu, dikenal seorang ksatria bernama Hang Tuah. Saat berumur sepuluh tahun, Hang Tuah pergi berlayar ke Laut Cina Selatan disertai empat sahabatnya, yaitu Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu.

Dalam perjalanan, mereka berkali-kali diganggu oleh gerombolan bajak laut, tetapi mereka selalu berhasil mengalahkan gerombolan itu. Kabar tersebut terdengar sampai ke telinga Bendahara Paduka Raja Bintan. Ia pun mengangkat mereka sebagai anak angkatnya.

Suatu hari di istana Majapahit terjadi sebuah kegaduhan. Taming Sari, prajurit Majapahit yang sudah tua tapi amat tangguh, tiba-tiba mengamuk. Mengetahui keadaan itu, Hang Tuah kemudian menghadang Taming Sari dan berhasil mengalahkannya. Hang Tuah kemudian diberi gelar Laksamana dan dihadiahi keris Taming Sari.

Hang Tuah menjadi laksamana yang amat setia, amat disayang, serta dipercaya raja. Hal itu menimbulkan rasa iri pada Patih Kerma Wijaya, sehingga ia pun menyebar fitnah. Baginda Raja pun marah dan mengusir Hang Tuah.

Ia pun segera meninggalkan Melaka dan pergi ke Indrapura. Suatu waktu, di Indrapura ia kedatangan tamu dari Melaka yang memintanya kembali ke Melaka, dan mendapat tugas menjadi Laksamana Melaka lagi.

Suatu hari, Hang Tuah melakukan pelayaran ke negeri Cina. Di pelabuhan Cina, rombongannya berselisih paham dengan orang-orang Portugis. Dalam perjalanan pulang kembali ke Melaka, mereka diserang oleh Portugis, tetapi Hang Tuah mampu mengatasi serangan mereka dan selamat.

Sementara itu, Gubernur Portugis di Manila sangat marah mendengar laporan kekalahan dan melakukan penyerangan ke Selat Malaka sebagai balas dendam. Pada saat itu Baginda Raja memerintahkan Tuan Bendahara untuk meminta bantuan Hang Tuah.

Meski sakit, Hang Tuah tetap memimpin pasukan. Namun, sebuah peluru mesiu Portugis menghantam Hang Tuah. Ia terlempar sejauh 7 meter dan terjatuh ke laut. Beruntung, Hang Tuah berhasil diselamatkan.

Akhirnya, peperangan berakhir tanpa pemenang dan yang kalah. Setelah sembuh, Hang Tuah tidak lagi menjabat sebagai Laksamana Melaka karena sudah semakin tua. Ia menjalani hidupnya dengan menyepi di puncak bukit Jugra di Melaka.

  • 7. Contoh cerita fiksi 7

Kelingking Sakti

Pada zaman dahulu kala, di sebuah desa di Kepulauan Riau, hiduplah sepasang suami-istri yang sangat miskin. Mereka mempunyai tiga orang anak laki laki bernama Salimbo, Ngah, dan Kelingking. Saat Kelingking berusia 5 bulan, ibunya meninggal dunia. Sejak saat itu mereka tinggal berempat.

Waktu terus berlalu. Kelingking sudah dewasa. Ia pun berniat merantau, dan menyampaikan niat tersebut pada ayahnya. Meskipun berat hati, sang ayah mengizinkannya. Esoknya, dengan berbekal tujuh buah ketupat, berangkat lah Kelingking merantau.

Selama dalam perjalanan, ia makan buah dan daun daunan yang ditemuinya sehingga bekal ketupatnya masih utuh. Suatu siang, sampailah Kelingking di hutan lebat. Kemudian ia tertidur di bawah pohon rindang.

Dalam tidurnya, ia mendengar suara yang mengatakan, jika ia ingin menikah dengan seorang putri, ia harus untuk mengikatkan ketupatnya dengan akar tuba dan memasukkannya ke dalam sungai yang mengalir di hutan ini. Apabila air sungai itu sudah berbuih, berarti ikan besar di dalamnya sudah mati. Lalu, ambil ikannya.

Saat terbangun, Kelingking pun melaksanakan semua perintah dalam mimpinya. Sampai akhirnya ia mendapatkan ikan yang kemudian ia bakar dan makan sendiri hingga hanya kepala ikan yang tersisa.

Setelah itu kelingking bingung karena tidak ada tanda-tanda kedatangan seorang putri. Akhirnya, dengan kesal, ia menendang kepala ikan itu hingga melambung tinggi dan tidak memperdulikannya lagi.

Ia pun melanjutkan pengembaraannya hingga sampai di sebuah kampung. Ternyata, di kampung itu, seorang raja sedang mengadakan sayembara untuk memindahkan kepala ikan yang mengganggu pemandangan istana. Jika laki-laki, akan dinikahkan dengan putrinya, dan jika perempuan akan diangkat sebagai anaknya.

Melihat kepala ikan itu, Kelingking merasa mengenalnya. Ia pun mendaftar kan diri. Tidak seorang pun yang mampu menggerakkannya hingga tibalah giliran Kelingking. Semua orang mencemooh badannya yang kecil.

Namun, dengan mudahnya ia mengangkat kepala ikan itu dan menguburnya di belakang istana. Ia pun berhak menikah dengan putri raja. Seluruh istana dan penduduk negeri berbahagia atas pernikahan tersebut. Kelingking pun tak lupa menjemput ayah dan kedua abangnya untuk tinggal bersama di istana.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut