Agus Raharjo Mengaku Tak Tahu saat Ditanya Anak Buah soal Revisi UU KPK

Ilma De Sabrini ยท Jumat, 13 September 2019 - 22:04 WIB
Agus Raharjo Mengaku Tak Tahu saat Ditanya Anak Buah soal Revisi UU KPK

Ketua KPK Agus Raharjo (tengah) saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/9/2019). (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews,id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, hingga saat ini masih belum mengetahui isi revisi Undang-Undang (UU) KPK. Menurut dia, pimpinan KPK lainnya juga mengaku hal yang sama.

Agus bercerita, setiap kali ditanya para pegawai terkait revisi UU KPK, dirinya selalu menjawab tidak tahu. Bahkan, hingga saat ini draf revisi UU KPK belum sampai di hadapan pimpinan.

"Kami ini kalau ditanya anak buah, seluruh pegawai, kami menjawab tidak tahu isi revisi undang-undang tersebut," katanya dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).

BACA JUGA:

Curhatan Agus Raharjo: KPK Seperti Dikepung dari Berbagai Macam Sisi

Pimpinan Serahkan Tanggung Jawab Pengelolaan KPK kepada Presiden Jokowi

Internal Dikabarkan Memanas, Pegawai KPK: Kami Tetap Bekerja Seperti Biasa

Agus mengungkapkan, pimpinan KPK, terutama dirinya sudah bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly untuk menanyakan draf revisi UU tersebut. Namun, hingga hari ini, pimpinan KPK belum juga mendapat draf revisi UU KPK.

"Bahkan kemarin kami menghadap ke Menkumham sebenarnya ingin mendapatkan draf undang-undang resmi itu seperti apa. Nah, kemudian Pak Menteri menyatakan nanti akan diundang," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Agus menduga, ada upaya dari beberapa pihak yang mencoba melemahkan KPK melalui revisi UU. Dia juga menilai pembahasan revisi UU tersebut terkesan sembunyi-sembunyi.

"Kita betul-betul bertanya-tanya, sebetulnya seperti yang disampaikan Pak Laode, ada kegentingan apa sih, ada kepentingan apa sehingga harus buru-buru disahkan," katanya.

Apalagi, Agus mendengar rumor revisi UU KPK akan disahkan dalam waktu dekat ini. "Oleh karena itu terhadap UU (KPK) kami sangat prihatin dan menilai mungkin ini apa betul mau melemahkan KPK, terus terang penilaian yang masih sementara, tapi kami mengkhawatirkan itu," tuturnya.


Editor : Djibril Muhammad