Aliran Dana Seputar Dugaan Suap Benih Lobster, Rp750 Juta untuk Beli Jam Rolex dan Tas LV

Faieq Hidayat · Kamis, 26 November 2020 - 02:05:00 WIB
Aliran Dana Seputar Dugaan Suap Benih Lobster, Rp750 Juta untuk Beli Jam Rolex dan Tas LV
KPK mengungkap aliran dana terkait dugaan suap ekspor benih lobster yang melibatkan Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan hasil pemeriksaan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo serta sejumlah orang lainnya.

Kasus ini juga melibatkan pihak swasta PT DPPP yang diduga menjadi pemberi suap terhadap perusahaan ACK. Untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder ACK.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, pada awal Oktober 2020, SJT selaku Direktur PT DPPP datang ke kantor KKP bertemu dengan staf khusus Edhy, SAF.

"Atas kegiatan ekspor benih lobster tersebut, PT DPPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564," kata Nawawi, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (25/11/2020) malam.

Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari AMR dan AMD yang diduga merupakan nominee pihak EP serta YSA. Atas uang yang masuk ke rekening ACK, diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening AMR dan AMD, masing-masing dengan total Rp9,8 Miliar.

Editor : Anton Suhartono